Berita Bangli

Makan Malam di Jalan Utama Hingga Hutan Bambu Jadi Atraksi Wisata Baru Penglipuran pada 2023

Setelah melewati tiga kali masa percobaan, Desa Wisata Penglipuran akhirnya akan segera launching Penglipuran Authentic Dinner.

Ist
Suasana Penglipuran Authentic Dinner saat masa percobaan tahun 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Setelah melewati tiga kali masa percobaan, Desa Wisata Penglipuran segera launching Penglipuran Authentic Dinner.

Atraksi wisata teranyar di desa yang mendapat predikat terbersih ke tiga di dunia ini, rencananya mulai berjalan pada Januari 2023 ini. 

Manager Desa Penglipuran I Wayan Sumiarsa menjelaskan, secara garis besar Penglipuran Authentic Dinner adalah untuk memberikan pengalaman berbeda pada wisatwan yang ingin mendapatkan suasana Desa Penglipuran di malam hari.

Yang oleh pihak pengelola dikemas dalam konsep magibung, atau berbagi makanan dengan teman di satu meja.

"Pelaksanaannya sendiri di tengah desa Penglipuran, mulai pukul 19.00 wita," ucap Sumiarsa, Minggu 8 Januari 2023.

Penglipuran Authentic Dinner sudah melalui tiga kali masa percobaan sejak bulan September 2022.

Selama masa percobaan diakui sudah banyak travel agent yang bertanya tentang ataksi teranyar ini. 

Namun karena masih perlu berbagai persiapan, Penglipuran Authentic Dinner baru bisa ditawarkan pada publik di awal tahun 2023.

"Sekarang kami sudah siap. Termasuk lokasi cadangan apabila cuaca tidak mendukung," ujarnya.

Baca juga: Destinasi Wisata Bali, Tari Pendet Kolosal Hibur Pengunjung Desa Penglipuran di Awal Tahun 2023

Batas minimal pelaksanaan Penglipuran Authentic Dinner adalah 10 orang.

Bagi wisatawan yang hendak menikmati sensasi makan malam dengan suasana Penglipuran di malam hari, bisa memesan pada pihak pengelola minimal H-1.

Seperti namanya, menu makanan yang dihidangkan merupakan khas Penglipuran.

Mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, hingga hidangan penutup. Harga per orangnya dimulai dari Rp 250 ribu.

"Kami fokus pada menu lokal yang ada di Penglipuran. Seluruh masakan ini dibuat oleh warga asli Desa Penglipuran, sebab tujuan utamanya adalah untuk memberdayakan masyarakat lokal," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved