Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

RS Famili Husada Gianyar Kehilangan 6.000an Pasien BPJS Kesehatan per Bulan

RS Famili Husada Gianyar Kehilangan 6.000an Pasien BPJS Kesehatan per Bulan

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
RS Famili Husada Gianyar. Pasca berakhirnya kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Umum Famili Husada Gianyar, menyebakan RS yang ada di sebelah timur kantor PDAM Gianyar itu kehilangan 6.000an pasien per bulan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pasca berakhirnya kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Umum Famili Husada Gianyar, menyebakan RS yang ada di sebelah timur kantor PDAM Gianyar itu kehilangan 6.000an pasien per bulan. Pihak RS pun saat ini masih berusaha memenuhi kekurangan yang menyebabkan BPJS mengakhiri kerjasama. Dalam kondisi ini, pihak RS tetap berusaha agar tidak mem-PHK ataupun merumahkan para pekerjanya.

Kepala BPJS Kesehatan Bali Timur, Elly Widiani, Rabu 11 Januari 2023 mengatakan, per 1 Januari 2023 ini, kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan RSU Famili Husada resmi berakhir. Adapun jumlah pasien BPJS Kesehatan yang seharusnya masih mendapat pengobatan rawat jalan di sana sekitar 6.000an orang per bulan. Saat ini, para pasien tersebut telah mendapatkan pelayanan di RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan

"Kurang lebih 6000an pasien rawat jalan sebulan yang saat ini sudah dialihkan pelayanannya ke RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2023," ujar perempuan asal Buleleng tersebut. 

Adapun RS di Kabupaten Gianyar yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan hanya enam. Di antaranya, RSUD Sanjiwani, RSUD Payangan, RSU Ari Canti, RSU Premagana, RSU Kasih Ibu Saba dan RSU Ganesha.

Pengawas RSU Famili Husada Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya mengatakan, saat ini RS Famili Husada masih tetap beroperasi. Pasca pemutusan kerjasama dengan BPJS Kesehatan, rata-rata pasien umum yang datang sebanyak 80 orang per hari, dengan tingkat okupansi 10 persen. Meskipun jumlah pasien berkurang drastis. Namun pihaknya tetap berusaha mempertahankan pegawai. 

"Sampai saat ini kami masih komit agar tidak sampai mem-PHK maupun merumahkan pegawai. Meskipun RS lain yang senasib dengan kami ada yang mem-PHK pegawai, kami akan tetap pertahankan pegawai. Karena jika terjadi pemutusan hubungan kerja, maka imbasnya akan sangat besar," ujarnya.

Wisnu mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap BPJS Kesehatan membuka pintu kerjasama lagi. Karena itu, saat ini pihaknya pun telah dalam proses melengkapi dan mengevaluasi kekurangan yang menyebabkan BPJS Kesehatan memutus hubungan dengan Famili Husada. Baik dari segi kamar, pelayanan dan sebagainya. "Mudah-mudahan dengan perbaikan yang kami lakukan, dapat mengetuk hati pihak BPJS," tandasnya. 

Kepala BPJS Kesehatan Bali Timur, Elly Widiani saat ditanya apakah ada kemungkinan membangun kerjasama kembali dengan Famili Husada, ia menegaskan sangat mungkin. 

"Sangat memungkinkan, tergantung komitmen dan kesiapan RS atas poin-poin yang harus disiapkan menjadi perbaikan," ujar Elly. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved