Berita Bali

Kasus Penipuan Sumbangan Ogoh-Ogoh, Polda Bali : Kita Teruskan ke Polres Jajaran Untuk Antisipasi

Soal maraknya kasus penipuan sumbangan Ogoh-Ogoh, Polda Bali : Kita Teruskan ke Polres Jajaran Untuk Antisipasi.

Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto - Soal maraknya kasus penipuan sumbangan Ogoh-Ogoh, Polda Bali : Kita Teruskan ke Polres Jajaran Untuk Antisipasi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus penipuan berkedok sumbangan pembuatan ogoh-ogoh marak terjadi menjelang Hari Raya Nyepi.

Menanggapi hal tersebut, Polda Bali menyebut akan mengambil sejumlah langkah pencegahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon pada Selasa 17 Januari 2023.

Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, Polda Bali akan berkoordinasi dengan Polres/Polresta jajaran.

“Kita akan berkoordinasi dan teruskan ke Polres jajaran soal kasus penipuan tapi kedoknya sumbangan ogoh-ogoh itu,” ujar Kabid Humas Polda Bali.

Koordinasi dengan Polres/Polresta jajaran di wilayah hukum Polda Bali dilakukan guna mengantisipasi kasus penipuan berkedok sumbangan ogoh-ogoh terjadi di berbagai daerah.

Mantan Kabid Humas Polda Sumatera Barat itu menilai, kasus tersebut termasuk ke dalam tindak pidana penipuan.

“Iya itu masuk penipuan. Dia minta sumbangan tapi untuk kepentingan pribadi,”  jelas Kabid Humas Polda Bali saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon pada Selasa 17 Januari 2023.

Di akhir, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto menuturkan pelaku penipuan dapat dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun.

Baca juga: Penjelasan Disbud Badung Soal ST Harus Lengkapi Syarat Untuk Dapat Dana Motivasi Pembuatan Ogoh-ogoh

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan aksi seorang pria yang diduga meminta sumbangan untuk membuat ogoh-ogoh.

Berdasarkan rekaman CCTV yang mulai beredar pada 15 Januari 2023 itu, pria yang diketahui bernama Ketut S melakukan aksinya di wilayah Banjar Abian Kapas Kaja, Denpasar Timur, Kota Denpasar. 

Saat meminta sumbangan kepada beberapa pedagang, Ketut S mengaku bahwa dirinya adalah orang asli daerah setempat.

Berdasarkan keterangan aparat Kepolisian, Ketut S ternyata berasal dari Desa Mas, Ubud, Gianyar.

Tak hanya melakukan aksinya di Kota Denpasar, Ketut S juga diduga sempat melakukan aksinya di wilayah Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung dengan menyasar sebuah apotek.

Kini Ketut S dikabarkan telah diamankan di Polsek Denpasar Timur.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved