Berita Gianyar

Populasi Babi di Gianyar Belum Pulih Pasca Gempuran ASF

populasi babi di Gianyar belum mengalami kenaikan signifikan pasca digempur virus ASF atau flu afrika.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Populasi Babi di Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabupaten Gianyar, Bali merupakan kota pemasok daging babi keluar Bali. Meski demikian, populasi babi di Gianyar belum mengalami kenaikan signifikan pasca digempur virus ASF atau flu afrika. Dimana seperti diketahui pada 2020 lalu, lebih dari 1.000 babi mati mendadak diduga akibat ASF. Dan, sejak itu tak sedikit yang trauma memelihara babi

Berdasarkan data Dinas Pertanian Gianyar yang dihimpun Tribun Bali, Selasa 17 Januari 2023, populasi babi di tahun 2022 sebesar 85.579 ekor. Angka tersebut justru menurun dari populasi babi tahun 2021, yang kala itu sebesar 91 ribu ekor. Sementara jika dibandingkan dengan populasi babi sebelum diserang ASF, tentunya sangat jauh. Yakni di tahun 2018 saja, jumlahnya sudah mencapai 119.861 ekor.

Terkait populasi babi tahun 2022, masih didominasi di wilayah Kecamatan Payangan dan Tegalalang. Rinciannya, di Payangan sebanyak 33.762 ekor dan Tegalalang 30.119 ekor. Sedangkan kecamatan lainnya rata-rata sebanyak 4.000 ekor. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gianyar, Made Santiarka tak menampik hal tersebut. Meski demikian, kata dia, kondisi babi di peternak telah normal. Yakni tidak ditemukan babi mati massal atau tanda-tanda terkena virus. Sebab mobilisasi babi saat ini sangat ketat. "Kendaraan angkut babi harus dipastikan bersih dan tertutup," jelas Santiarka

Secara umum, kata dia, ciri penyakit AFV pada ternak adalah warna perut memerah, badan panas, mencret berdarah dan susah makan. Penyebab terjadinya hal itu, kata dia, disebabkan babi diberikan pakan yang basi, kebersihan kandang tidak terjaga, indukan yang sakit, termasuk pakan yang sudah kadaluwarsa.

"Saat ini kita bersyukur babi di Gianyar bebas penyakit tersebut. Ini juga berkat penyuluhan dari UPT Keswan di tiap kecamatan," ujarnya.

Santiarka mengatakan, hasil dari tidak adanya penyakit ternak babi ini, kata dia, telah dirasakan saat Hari Raya Galungan kemarin. "Hari raya kemarin harga babi hidup yang beratnya di atas 100 kg di kisaran 45 ribu per kilogram," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved