Berita Buleleng

Usulan Hak Merek 13 Produk UMKM Tidak Penuhi Syarat

hak merek dinyatakan belum memenuhi syarat. Sebab nama-nama merek yang diajukan dinilai memiliki banyak kesamaan

Usulan Hak Merek 13 Produk UMKM Tidak Penuhi Syarat
Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Balitbang Buleleng, Made Supartawan

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 13 produk UMKM yang diusulkan melalui Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbang) Buleleng untuk mendapatkan hak merek dinyatakan belum memenuhi syarat. Sebab nama-nama merek yang diajukan dinilai memiliki banyak kesamaan dengan produk- produk UMKM lainnya yang ada di Indonesia. 

Kepala Balitbang Buleleng, Made Supartawan ditemui Selasa (17/1) mengatakan, sejatinya ada 14 usulan hak merek yang diajukan oleh pihaknya pada akhir 2022 lalu, kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bali untuk diseleksi dan  iajukan kembali kepada Kemenkum HAM RI. Pihaknya memfasilitasi pengajuan hak merek ini lantaran produk UMKM dinilai sebagai inovasi masyarakat di Buleleng. 

Dari seleksi yang dilakukan oleh Brida Bali kata Supartawan, ada 13 produk yang namanya dinilai pasaran alias sudah banyak digunakan oleh pelaku UMKM lainnya. Sementara satu produk lainnya, yakni keripik keladi yang diberi merek K2R milik Putu Suta Adnyana warga asal Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng dinilai masih perlu melengkapi deskripsi terkait produk yang dijual. 

"13 produk ini dinilai tidak memiliki nama dengan ciri yang khas. Seperti lengis boreh, dapur mega, karunia abon, kubu coklat. Sudah banyak produk dengan merek seperti itu, Dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan pelaku UMKMNya. Mereka mau tidak mengganti namanya agar lebih khas. Biasanya karena sudah terlanjur dikenal banyak orang, banyak  yang enggan mengganti nama produknya," jelasnya. 

Hak merek ditegaskan Supartawan perlu dimiliki oleh para pelaku UMKM, agar nama produknya tidak dapat ditiru oleh orang lain. "Kalau sudah laku dan terkenal, biasanya banyak orang yang meniru mereknya. Kalau sudah memiliki hak merek, maka pemilik yang sesungguhnya bisa menuntut," terangnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved