Berita Bali

“Kue” Wisman Tiongkok Tak Bisa Dinikmati Semua Pelaku Pariwisata Bali

Para pelaku pariwisata di Bali menyebut “kue” dari kunjungan wisman Tiongkok ini tak bisa dinikmati semua kalangan para pelaku pariwisata.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Penyambutan perdana wisman Tiongkok di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - DUNIA pariwisata Bali mulai bangkit lagi. Pulau Dewata pun kembali ramai.

Wisatawan mancanegara (wisman) sudah kembali berkunjung ke Bali pasca pandemi Covid-19. Terbaru, wisman Tiongkok sudah datang lagi ke Bali.


Tentu kedatangan wisman Tiongkok ini menjadi kabar baik bagi pelaku pariwisata di Bali. Apalagi, jika nantinya wisatawan Tiongkok akan secara reguler datang ke Bali.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Terus Meningkat, Kemenhub Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Transportasi di Bali


Namun di sisi lain, para pelaku pariwisata di Bali menyebut “kue” dari kunjungan wisman Tiongkok ini tak bisa dinikmati semua kalangan para pelaku pariwisata.


Alasannya, adanya sistem paket berwisata yang disediakan oleh pramuwisata untuk wisman Tiongkok. Berbeda halnya dengan wisman dari negara lain. Australia misalnya.

Baca juga: Dinas Pariwisata Bali Keluarkan 15 Ikrar untuk Wisatawan, Wisman Wajib Jaga Pratima


Sistem paket tersebut membuat perjalanan wisata para wisman Tiongkok sepenuhnya dikendalikan oleh pramuwisata ke destinasi wisata atau pusat perbelanjaan tertentu yang sudah menjalin kerja sama.


Ketika dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan kasus mengenai paketan untuk wisatawan sudah ada sejak lama.

Baca juga: Anjing yang Gigit Wisatawan di Legian Positif Rabies, Keswan Badung Tak Ketahui Keberadaan Korban

Seperti halnya wisman Jepang beberapa tahun lalu.


“Ya ini sama juga dengan cerita di beberapa negara pada tahun 1970-an. Wisatawan Jepang sama juga asal muasalnya begitu, paketan mereka bergrup. Tapi lama kelamaan mereka akhirnya jalan sendiri,” kata Cok Ace di Denapsar, Senin (23/1).

Lebih lanjut, Cok Ace menerangkan untuk wisman Tiongkok yang baru tiba di Bali, pihaknya berharap ke depannya dapat berwisata sendiri-sendiri tanpa terikat paket-paket tersebut.

Baca juga: Tokoh Pariwisata Bali, Jro Gede Karang Meninggal Dunia Saat Berulang Tahun Ke-80, Simak Beritanya


“Demikian sangat naluriah sekali karena ketika mereka (wisman) tak bisa lagi bersama-sama, merasa terikat, pasti mereka akan sendiri-sendiri dan terjaring. Yang tadinya mess akan menjadi quality kemudian,” tambahnya.


Sementara untuk penggunaan Alipay untuk transaksi wisman Tiongkok yang juga disebut-sebut dapat mengembalikan transaksi ke negara asal, Cok Ace mengatakan sudah diatensi oleh Bank Indonesia (BI).


“Kemarin dari Bank Indonesia (BI) menyatakan sudah dapat dilakukan transaksi di Bali langsung, dan sudah dikerjasamakan agar wisman dapat bertransaksi di Indonesia,” jelasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved