Berita Bangli

Warga di Bangli Didenda Rp 17,7 Juta Usai Geser kWh Listrik, Dewan: PLN Jangan Cekik Pelanggan

PLN Bangli diharapkan memberikan kebijakan khusus terhadap kasus I Made Suardiana yang didenda setelah menggeser sementara perangkat pembatas

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suardiana, warga Bali saat menunjukkan kWh meter yang ditarik oleh pihak PLN Bangli pada Kamis 12 Januari 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - PLN Bangli diharapkan memberikan kebijakan khusus terhadap kasus I Made Suardiana yang didenda setelah menggeser sementara perangkat pembatas dan pengaman arus listrik (MCB) di rumahnya.

Anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa mengatakan semestinya PLN Bangli tidak keras kepada masyarakat hingga menjatuhkan denda Rp17,7 juta.

Padahal akar masalahnya sepele, masyarakat rata-rata tidak mengetahui aturan memindahkan kWh meter listrik.

Baca juga: Tak Cukup Setahun, Anggaran BBM Layanan Pengangkutan Sampah di Bangli Sebesar Rp700 juta 

"PLN diharapkan memahami kondisi masyarakat atas ketidaktahuannya tersebut. Toh ini tidak dalam kondisi merusak atau mencuri sesuatu, tapi mengamankan karena sedang membangun," ungkapnya Sudiasa, Minggu (22/1).

Soal denda sebesar Rp17,7 juta, politisi Partai Demokrat ini meminta agar ada kejelasan hingga munculnya angka tersebut. Ia juga meminta masalah ini diselesaikan dengan cara win-win solution.

"Intinya jangan sampai keputusan (PLN) mencekik masyarakat," tegas dia.

Baca juga: Tak Cukup Setahun, Anggaran BBM Layanan Pengangkutan Sampah di Bangli Sebesar Rp700 juta 

Kepala Dusun Banjar Bukit Sari, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Made Suardiana didenda karena memindahkan kWh meter untuk kepentingan pembangunan rumah.

Rencananya ia memindahkan sementara ke bangunan sebelahnya yang berjarak tiga meter. Setelah selesai, kWh meter akan dikembalikan ke posisi semula.

Namun setelah dipindahkan, beberapa hari kemudian ia didatangi petugas dari PLN Bangli dan dinyatakan bersalah. Suardiana juga diminta datang ke Kantor PLN Bangli.

Baca juga: Dana Alokasi Khusus Bangli Tahun 2023 Turun 50 Persen Lebih

Di sana ia diganjar denda Rp17,7 juta hingga berujung pencabutan kWh meter.

Suardiana mengatakan, beberapa hari lalu pihak PLN kembali mendatangi rumahnya. Tim PLN termasuk manajer mengatakan akan menggelar rapat kembali terkait masalah tersebut. Ia berharap ada solusi terbaik terhadap masalah ini.

"Manajer PLN datang ke tempat kami bersama tim. Pada saat ini kami sudah sampaikan kembali jika kami hanya sanggup membayar Rp2 juta," jelas Suardiana.

Baca juga: Bakal Ketemuan dengan Wanita Kenalan di Facebook, Pemulung Asal Buleleng Diamankan Polres Bangli


Tak Ada Rincian

Manajer PLN ULP Bangli, Dewa Ayu Nancy Cahyani menjelaskan, Suardiana kena pelanggaran penertiban ketenagalistrikan. Ini karena Suardiana memindahkan meteran tanpa melapor pada PLN Bangli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved