Berita Klungkung

Pemalsuan Ijazah Anggota Dewan Tidak Terbukti, Penyelidikan Dihentikan

Puluhan warga menyambangi Polres Klungkung, Selasa (24/1/2023). Mereka mempertanyakan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu

ist
Pertemuan Kapolres Klungkung AKBP Nengah Sadiarta, dengan perwakilan warga yang mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan pemalsuan ijazah dengan terlapor anggota DPRD Klungkung, Selasa (24/1/2023). 

TRIBUN-BALI.COM,SEMARAPURA- Puluhan warga menyambangi Polres Klungkung, Selasa (24/1/2023). Mereka mempertanyakan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu, yang menyeret nama oknum anggota DPRD Klungkung, I Nyoman Mujana.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian, anggota dewan dari Partai Perindo itu dinyatakan tidak terbukti memalsukan ijazah dalam proses pencalegan tahun 2018 silam.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Arung Wiratama menjelaskan, gelar perkara terkait kasus tersebut sudah dilakukan Kamis (19/1/2023) lalu.

Gelar perkara dilakukan, setelah sebelumnya Satreskrim Polres Klungkung mendapatkan informasi dari KPU Pusat. Termasuk melakukan koordinasi dengan Polda Bali.

"Hasil dari Gelar menyatakan perkara ijazah palsu tidak terbukti," ujar Arung Wiratama, Selasa (24/1/2023).

Penyidik berkesimpulan, sesuai dari PKPU, bahwa ijazah yang dicopy berlegalisir sudah sesuai dengan aslinya berdasarkan keterangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung.

Hal itu juga dijelaskan kepada perwakilan warga, yang datang ke Polres Klungkung untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

"Intinya hasil pertemuan tadi, semuanya sudah memahami alasan penghentian penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu tersebut," terang Arung Wiratama. 

Pada Selasa pagi (24/1/2023), puluhan warga mendatangi Polres Klungkung. Mereka mempertanyakan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu, yang menyeret nama oknum anggota DPRD Klungkung, I Nyoman M. 

Puluhan warga ini tiba di Polres Klungkung sekitar pukul 11.30 Wita. Mereka datang dengan berpakaian adat madya, sembari membentangkan sepanduk berisi pesan agar mengusut tuntas kasus dugaan ijazah palsu oknum anggota DPRD Klungkung.

Saat akan menyampaikan aspirasinya, rombongan warga itu langsung diterima oleh Waka Polres Klungkung, Kompol Dewa Ketut Darma Aryawan dan Kabag Ops Polres Klungkung, Kompol I Ketut Suastika. Perwakilan rombongan difasilitasi bertemu dengan Kapolres Klungkung AKBP Nengah Sadiarta dan Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Arung Wiratama untuk mendapatkan penjelasan kasus tersebut.

Perwakilan warga dalam aksi tersebut, Dewa Gede Sena menjelaskan, kedatangannya bersama puluhan warga ke Polres Klungkung untuk mempertanyakan perkembangan kasus dugaan ijazah palsu dengan terlapor oknum anggota DPRD Klungkung, I Nyoman M.

"Laporan masuk pada bulan Februari 2022 lalu. Sebentar lagi kasus ini berulang tahun, tapi terkesan jalan di tempat," ujar Dewa Gede Sena, Selasa (24/1/2023).

Menurutnya selama ini alat bukti yang diberikan oleh pelapor sudah cukup banyak. Termasuk rekaman pelapor yang mengakui perbuatannya. 

"Kenapa kasus yang menurut kami sederhana, tapi tidak kunjung selesai. Kalau memang tidak cukup alat bukti, silakan hentikan.Tapi menurut kami, alat bukti yang kami sampaikan sudah banyak, saya rasa janggal jika kasus ini sampai dihentikan," jelas pria yang juga mantan Wabup Klungkung tersebut.

Ia juga menekankan, kedatangannya tidak ada kepentingan politik apapun. Dirinya dan warga lainnya datang hanya untuk mencari keadilan. 

Menjelang tahun politik, aksinya itu juga sebagai peringatan ke lembaga terkait, seperti Dinas Pendidikan ataupun KPU agar mendatang lebih berhati-hati dalam menerima legalisir atau berkas persyaratan pencalegan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved