Berita Gianyar
Sempat Dirawat Akibat Suspek Meningitis, Warga Sukawati Meninggal
MS (41), seorang warga Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali sempat dirawat di RSUD Sanjiwani
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - MS (41), seorang warga Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali sempat dirawat di RSUD Sanjiwani, Gianyar bersama dua orang keluarganya karena diduga terjangkit meningitis usai mengkonsumsi lawar plek.
Dan, iapun meninggal dunia, Jumat 21 April 2023. Meski demikian, belum bisa dipastikan korban benar-benar meninggal akibat meningitis.
Sebab, dari uji sample darah yang dilakukan Dinas Kesehatan Gianyar hasilnya negatif meningitis.
Meski demikian, saat ini pihak terkait di Kabupaten Gianyar pun mengimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi daging maupun darah babi mentah.
Sebab selain menjadi inang bakteri miningitis, juga menjadi inang cacing pita yang dapat menggerogoti organ dalam.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni mengatakan, hasil uji sample darah korban dan keluarganya telah keluar.
Yakni hasilnya negatif. Samole tersebut diambil saat korban dan keluarganya masih menjalani perswatan di RSUD Sanjiwani karena suspek miningitis.
“Hasil kultur darahnya baru keluar, hasilnya negatif,” ujar Ariyuni.
Terhadap maraknya kasus suspek miningitis di Kabupaten Gianyas, juga direspon oleh Dinas Pertanian Gianyar.
Melalui Kabid Keswan Kesmavet, Made Santiarka, mereka telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Gianyar untuk melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat guna mengantisipasi miningitis tersebut.
Menurut Santiarka, pihaknya belum bisa memastikan mengkonsumsi olahan dari daging babi mentah yang menjadi penyebab pasti terinfeksi Meningitis Streptococcus Suis (MSS).
Ini dikerenakan banyak masyarakat yang mengkonsumsi lawar plek yang membeli daging babi di tempat pemotongan yang sama tidak terbukti terinfeksi meningitis.
"Walaupun demikian, kami tetap berkoordinasi dengan Balai Besar Veteriner terkait investigasi, dan menurunkan tim yang dipimpin Kepala UPTD ke lokasi terjadinya kasus meningitis guna melakukan edukasi," tegasnya.
Masyarakat juga tetap diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Masyarakat diminta mengkonsumsi olahan dari daging babi yang telah dimasak dengan baik dan benar.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Gianyar III, drh. Arya Dharma mengatakan, mengkonsumsi daging yang belum matang, atau darah hewan khususnya babi yang tidak dimasak, tidak hanya berpotensi menimbulkan MSS, namun juga penyakit cacing pita.
“Jadi ada baiknya masyarakat memahami hal tersebut, dan mengolah daging secara baik dan benar,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jembrana-Catat-5-Kasus-Suspek-Meningitis-Pemerintah-Imbau-Jaga-Higienis.jpg)