Serba serbi

Payogan Sang Hyang Ludra, Ini Persembahan Saat Anggara Kasih Dukut

Hindu Bali memiliki banyak hari raya yang istimewa. Seperti halnya hari ini, Selasa 9 Mei 2023 yakni Anggara Kasih Dukut.

Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi banten - Payogan Sang Hyang Ludra, Ini Persembahan Saat Anggara Kasih Dukut 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hindu Bali memiliki banyak hari raya yang istimewa.


Seperti halnya hari ini, Selasa 9 Mei 2023 yakni Anggara Kasih Dukut.


Anggara (Selasa) Kliwon Dukut merupakan hari raya Hindu yang jatuh setiap enam bulan sekali atau yang biasa disebut Anggara Kasih Dukut.

Baca juga: Lahir Selasa Kliwon Dukut, Bertepatan dengan Anggar Kasih, Berpikiran Tajam


Anggar Kasih Dukut merupakan hari raya atau rerahinan yang jatuh berdasarkan pertemuan antara Saptawara yaitu Anggara, Pancawara yaitu Kliwon, dan wuku Dukut.


Terkait Anggar Kasih, dalam Lontar Sundarigama disebutkan:


Nahanta waneh, rengen denta, Anggara Keliyon ngarania Anggara Kasih, pekenania pengasianing raga sarira. Sadekala samana yogia wang amugpug angelakat sealaning sarira, wigenaning awak, dena ayoga wang apan ika yoganira, Betara Ludra, merelina alaning jagat teraya, pakertinia aturakna wangi-wangi, puspa wangi, asep astanggi muang tirta gocara.

Baca juga: Otonan Sabtu Kliwon Wayang, Umur Capai 102 Tahun, Banyak Rezeki dan Teliti


Artinya:


Yang lain lagi yang perlu diperhatikan, ketika Anggara bertemu Kliwon disebut sebagai Anggara Kasih.


Anggara Kasih merupakan hari untuk mewujudkan cinta kasih terhadap dirinya. 


Selain itu juga menunjukkan rasa kasih pada semua makhluk.

Baca juga: Jadwal Odalan di Pura dan Merajan Saat Rerahinan Buda Kliwon Gumbreg


Sehingga pada hari itu sepatutnya melakukan peleburan dosa, dan merawat dari diri segala kecemaran.


Kecemaran ini utamanya kecemaran pikiran yang melekat pada diri. 


Caranya yaitu dengan jalan melakukan renungan suci. 


Karena dalam keadaan yang demikian, Sang Hyang Ludra melakukan yoga, yang bertujuan memusnahkan kecemaran dunia. 


Adapun sarana upakara yang dipersembahkan yaitu wangi-wangi, dupa astangi, dan dilanjutkan dengan matirtha pembersihan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved