Berita Karangasem

Kunjungan Wisatawan ke Tenganan Pegeringsingan di Karangasem Bali Naik 100 Persen

Kunjungan wisatawan ke Tenganan Pegeringsingan di Karangasem, Bali, naik 100 persen.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kunjungan wisatawan ke Tenganan Pegeringsingan di Karangasem, Bali, naik 100 persen. 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Kunjungan wisatawan ke Desa Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, meningkat 100 persen perharinya dibandingkan tahun  sebelumnya.

Kondisi ini terjadi sejak awal tahun 2023, dan kemungkinaan akan terus alami peningkatan sampai Agustus mendatang.

Ketua Pengelola Wisata Tenganan Pegeringsingan, I Putu Wiadnyana, mengaku, kunjungan masih didominasi wisatawan mancanegara.

Seperti  Eropa, serta Australia.

Sedangkaan wisatawan domestik sedikit.

Kemungkinan kunjungan akan terus naik hingga bulan Agustus mndatang.

Mengingat di luar negeri masuk musim liburan.

"Mereka datang ke Tenganan Pegeringsingan tujuannya untuk melihat keasrian, adat istiadat, dan budaya. Tenganan Pegeringsingan memiliki kelebihan di sektor budaya. Apalagi Bulan Juni 2023 akan digelar Gered Pandan. Mungkin wisatawan terus naik," jelas Wiadnyana, Rabu  24 Mei 2023.

Baca juga: Dua Kecelakaan di Pantai Kelingking Nusa Penida Dalam Sepekan, Wisatawan Kerap Abaikan Keselamatan

Pria asli Tenganan Pegeringsingan menambahkan, wisatawan  yang  berkunjung ke Tenganan Pegeringsingan perharinya capai 75 sampai 80 orang.

Sedangkan tahun sebelumnya kunjungan wisatawan diperkirakan sekitar 10 sampai 20 orang.

Artinya, kunjungan sudh hampir sama seperti kunjungan sebelum pandemi COVID-19.

"Syukur kondisi sudah mulai membaik. Semoga  jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tenganan Pegeringsingan terus mengalami peningkatan. Apalagi beberapa hari terakhir akan digelar tradisi  serangkaian usaba sambah,"tambahnya.

Kata Wiadnyana, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Desa Tenganan Pegeringsingan berpengaruh pada penjualan hasil kerajinan. Seperti kain geringsing, serta kerajinan lain.

"Penjualan kain geringsing juga lumayan meningkat banding tahun sebelumnya. Semoga terus alami peningkatan," imbuh Putu Wiadnyana.

"Selain kain geringsing, ada juga kerajinan buat tulisan dan gambar di lontar. Permintaannya lumayan meningkat. Penjual cinderamata khas Tenganan Pegeringsingan. Dan ini sangat beerdampak pada ekonomi warga," imbuh Wiadnyana.

Untuk diketahui, Desa Tenganan Pegeringsingan masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik 202 di Indonesia.

Desa Baliaga dipilih karena kaya seni dan budayanya.

Seperti adat istiadat, tradisi, serta upacara keagamaan.

Tenganan Pegeringsingan ditetapkan sebagai desa wisata melalui ajang Anugerah Desa Wisata.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved