Berita Karangasem

Dewan Kritisi Pelayanan Perusda Tirta Tohlangkir

DPRD Kab. Karangasem mengkritisi layanan  Perusahaan Daerh (Perusda) Tirta Tohlangkir Kab. Karangasem.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/Saiful Rohim
Seorang pelanggan air di Perusda Tirta Tohlangkir cari air bersih di pinggir jalan utama, Rabu (15/12/2021). Mereka mencari lantaran air PDAM tidak mengalir sejak beberapa minggu. 

AMLAPURA, TRIBUN -BALI. COM - DPRD Kabupaten Karangasem mengkritisi layanan  Perusahaan Daerah (Perusda) Tirta Tohlangkir Kabupaten Karangasem.

Mengingat beberapa pelanggan air bersih mengeluh karena aliran air tak mengalir cukup lama.

Satu diantaranya pelanggan di Butus, Desa Buana Giri dan di Desa Rendang.

Dewan menuding layanan  yang diberikan tak maksimal. Apalagi beberapa bulan lalu Perusda Tirta Tohlangkir telah menaikan tarif dasar.

Kenaikannya meliputi beban berlangganan, yakni naik dari 10.500 menjadi 19.000.

Sedangkan penggunaan air meningkat deri 1.500 menjadi 2.800 prkubik.

Kenaikan  sebesar 1.300.

Made Juwita, anggota DPRD Kabupaten Karangasem, mengungkapkaan, naiknya tarif dasar air harus berjalan seirama dengan pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan.

Bukan terbalik."Banyak warga yang mengeluh. Mereka tak teraliri air hampir setahunan. Seperti di Buana Giri,"jelas Juwita, Snin (12/6/2023).

Politisi dari Fraksi Nasdem meminta Direktur Tirta Tohlangkir untuk tunda kenaikan seandainya tak bisa memperbaiki pelayanannya. Banyak masyarakat yang menjerit dengan kondisi ini.

Warga mendapat air sedikit, tapi biaya pembayaran meeningkat. Seharusnya Perusda kembali mengevaluasi  kebijakan.

"Ketika menaikan  tarif, Direktur berjanji akan memperbaiki pelayanan. Tetapi fakta di lapangan tak ada. Kalau seandainya memang tidak  bisa memperbaiki pelayanan, kenaikan  tarif air harus  ditunda.  Masyarakat yang menjerit. Dapat air sedikit, tapi bayar banyak,"akuinya

Direktur Tirta Tohlangkir, Komang Haryadi Parwata, mengatakan, Perusda Tirta Tohlangkir terus melaksanakn upaya - upaya supaya pelayanan maksimal.

Satu diantaranya fokus ke serapan air telaga waja, perbaiki jaringan, serta recovitalisasi  jaringan. Penambahan debet air  dibeberapa Kecamatan ditingkatkan.

"Untuk wilayah yang sebelumnya terjadi krodit, dan kendala alirn air sudah dievaluasi. Untuk di Butus memang karena permasalahan pompa di sumber Yeh He sejak 2022. Pelanggan yang tak mendapatkan air kita berikan droping air tangki  sebanyak 58 tanki setiap  bulan,"jelas Komang Haryadi Parwata.

Untuk penyesuaian tarif berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 826/01C/HK/2021 tentang besaran tarif btas bawah dan tarif batas atas air minum Kabupaten / Kota se Bali.

Karangasem, kata Komang Hariadi Parwata, tarif batas bawahnya 3.706  perkibik dan tarif batas atas yakni 10.221 perkibik.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved