Berita Badung
Pelaksanaan Graduation Untuk Tingkat TK, SD, SMP Dikeluhkan Orang Tua Siswa
Pelaksanaan Graduation Untuk Tingkat TK, SD, SMP Dikeluhkan Orang Tua Siswa, Disdikpora Badung Minta Sekolah Jangan Beratkan Masyarakat
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Graduation kini marak dilakukan saat siswa tamat belajar. Mirisnya kini tidak hanya dilaksanakan perguruan tinggi, melainkan Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) banyak yang melaksanakan Graduation itu.
Alhasil tidak sedikit orang tua siswa yang juga merasa keberatan, pasalnya anaknya harus berdandan layaknya akan menjalani wisuda.
Bahkan ada beberapa orang tua siswa terpaksa harus mengikuti hal itu, untuk menjaga mental anaknya kepada teman-temannya.
Graduation itu tidak hanya dilakukan disekolah di Badung, beberapa sekolah di Bali banyak kini melaksanakannya. Seakan Garduation yang dilaksanakan sekolah menjadi tren kelulusan siswa saat ini.
Salah satu Guru SD di wilayah Kuta Utara saat dikonfirmasi mengakui di Badung ada sekolah yang melaksanakan Garduation itu.
Hanya saja, dominan sekolah yang melaksanakan Graduation merupakan sekolah swasta.
"Banyak pak sekarang sekolah yang melaksanakan Garduation, seperti wisuda. Bahkan di media sosiap banyak juga saya lihat orang tuanya mengeluh akan pelaksanaan itu," ujar pak Putu yang dikonfirmasi Rabu 14 Juni 2023.
Pihaknya mengaku, khusus di Badung untuk sekolah negeri, dirinya merasa tidak ada yang melakukan Garduation. Bahkan kenaikan dilakukan dengan sederhana, dengan menggali kreativitas siswa.
"Kalau kita di SD Negeri, melaksanakan perbisahan biasa. Ada siswa dance, nari, setelah itu makan bersama dan salam-salaman," beber guru di SD Kerobokan Badung
Kendati demikian pihaknya mengaku di Badung ada beberapa sekolah yang melakukan Garduation, hanya saja sekolah tersebut merupakan sekolah swasta.
"Kalau sekolah negeri khususnya SD, saya rasa tidak ada melaksanakan Graduation kecuali swasta. Tidak tau kalau SMP dan SMA," bebernya.
Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Badung I Gusti Made Dwipayana juga tidak menampik marak sekolah melaksanakan Garduation. Namun dirinya menegaskan jika hal itu tidak wajib dilaksanakan sekolah.
Baca juga: Kasus Oknum Polisi Selingkuh: Istri Sah Sebut Sebut Iptu MIP Sudah Foto Prewedding dengan Sang Janda
"Itu (Graduation - red ) tidak wajib dilaksanakan sekolah," katanya Rabu siang.
Jika hal itu memberatkan masyarakat, pihaknya pun meminta agar sekolah melaksanakan Graduation dengan sederhana. "Cukup dilaksanakan dengan sederhana saja, jadi tidak memberatkan masyarakat," ucapnya.
Meski menjadi pro dan kontra pelaksanaan Graduation itu, sampai saat ini pihaknya di Disdikpora Badung mengaku belum ada orang tua yang pengaduan, baik langsung maupun lewat layanan pengaduan. Namun pihaknya tidak memungkiri jika Graduation itu kerap dilaksanakan sekolah swasta.
"Kebanyakan acara graduation itu dilaksanakan oleh sekolah swasta, kalau negeri biasa membuat acara gelar karya," imbuhnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.