Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Timnas Indonesia

Erick Thohir Tepis Rumor Indonesia Hadapi Korea Selatan dan Malaysia di FIFA Matchday September

Ketum PSSI, Erick Thohir tepis tentang rumor yang mengatakan bahwa Indonesia akan hadapi Korea Selatan dan Malaysia di FIFA Matchday Bulan September.

Editor: Muhammad Raka Bagus Wibisono Suherman
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat diwawancarai seusai menyambangi Garuda Store di SUGBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/6/2023). Ketum PSSI, Erick Thohir tepis tentang rumor yang mengatakan bahwa Indonesia akan hadapi Korea Selatan dan Malaysia di FIFA Matchday Bulan September. 

TRIBUN-BALI.COM - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tepis tentang rumor yang mengatakan bahwa Indonesia akan hadapi Korea Selatan dan Malaysia di FIFA Matchday Bulan September.

Seperti yang diketahui, belakangan ini dirumorkan bahwa Timnas Indonesia akan melawan Korea Selatan dan Malaysia.

Bahkan isu tersebut kencang diberitakan oleh warganet pada hari Jumat, 23 Juni 2023.

Kabar ini menjadi trend belakangan ini karena Indonesia memang memiliki agenda FIFA Matchday periode September mendatang.

Untuk FIFA Matchday periode September ini bakal berlangsung mulai pada 4-12 September 2023.

Baca juga: Jadi Sorotan Media Malaysia Timnas Indonesia Sukses Bikin Cemas Argentina, Puji Aksi Pemain STY Ini

Baca juga: Siapa Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Berikutnya, PSSI Beber Kriterianya Ini

Dengan kabar tersebut, Erick Thohir pun memberi bantahan soal timnas Indonesia yang tak mungkin melawan Korea Selatan.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut memastikan bahwa untuk jadwal FIFA Matchday itu bakal tetap dilaksanakan.

Hanya saja tidak memungkinkan untuk melawan tim sebesar Korea Selatan.

“Jadi saya pastikan bulan September ada pertandingan, kalau mau bicara tim seperti Korea itu tidak mungkin dadakan,” ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk BolaSport.com di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Juni 2023.

“Mereka sudah punya kalender setahun, kalau lawan Korea, Jepang, kapan dapat poinnya. Kita punya tugas dari 149 naik ke 100 dalam beberapa tahun ke depan,” lanjutnya.

Tak hanya bantahan terkait melawan tim asal Negeri Ginseng tersebut.

Mantan Presiden Inter Milan itu juga memberi respons terkait isu melawan Malaysia.

Erick membantah soal kesepakatan dengan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Menurutnya hal ini karena timnas Malaysia dijadwalkan akan menjalani laga FIFA Matchday di Beijing, China.

“Malaysia saya sangat terbuka lawan malaysia, kapanlagi, mereka ada laga di China tanggal 9 September kalau tidak salah,” ucap Erick Thohir.

Baca juga: Ernando Ari Bisa Jadi Kiper Andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Senior, Ulangi Rencana Ini

Lebih lanjut, Erick Thohir menjelaskan bahwa terkait FIFA Matchday ini PSSI memang tidak ingin asal saja.

Pihaknya menyusun strategi dengan baik agar timnas Indonesia pun bisa bermain dengan baik.

Apalagi PSSI juga saat ini menargetkan timnas Indonesia untuk bisa meraih poin.

“Inilah FMD, saya nyusun bener-benar, bukan jaman dulu kirim surat dan langsung main besok, tidak bisa. Dunia ini sudah berubah, ini ada hitungan poin,” kata Erick Thohir.

“Jadi yang saya pastikan pada September ada tunggu saja kita kirim surat empat hingga delapan negara, tapi yang sudah pasti kami mencari poin,” tambahnya.

Namun, Erick mengaku untuk FIFA Matchday pada September nanti bakal digelar tak jauh berbeda dengan Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.

Untuk Kualifikasi Piala Asia u-23 ini direncanakan bakal berlangsung di Solo pada 9 hingga 12 September mendatang.

Situasi ini pun membuat PSSI mencari waktu yang tepat agar tidak bentrok juga.

“Bulan September ini kita sedang menyusun karena ada partai Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 tanggal 9 sampai 12 September, artinya kita bisa main tanggal 6 September di seniornya. Di antara 9 sampai 12, tentu kita cari tanggal yang baik, pertanyaan siapa yang main?,” tutur Erick.

“Apa mungkin pemain yang sudah kita siapkan untuk timnas U-23 Indonesia, ini Kualifikasi Olimpiade 2024. Pengen masuk Olimpiade? Pengen, namanya juga nyoba,” pungkasnya.

“Ini kita harus mengerti. Ini ada step, ada rencana. Kalau saya lebih milih Kualifikasi Piala Asia U-23, siapa tahu main Olimpiade. Ini yang kita harus membuat keputusan secara jernih, jangan emosi.”

Baca juga: Unggah Jersey Timnas Indonesia, Justin Hubner Kembali Kirim Sinyal Lanjutkan Proses Naturalisasi?

Erick Kantongi 6 Calon Kandidat Dirtek PSSI

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengaku untuk pencarian Direktur Teknik (Dirtek) PSSI sudah memasuki tahap akhir karena telah ada enam nama yang dikantonginya.

Seperti diketahui, federasi memang tengah mencari Direktur Teknik PSSI yang baru.

Hal ini karena Indra Sjafri yang saat ini sebagai Dirtek PSSI juga menjabat menjadi pelatih Timans Indonesia U23.

Situasi ini pun membuat PSSI harus mencari dirtek baru agar Indra Sjafri bisa fokus ke Timnas Indonesia U23.

Apalagi Timnas Indonesia U23 juga banyak dinanti agenda dari Kualifikasi Piala Asia U23 hingga Asian Games 2023.

Untuk pencarian dirtek ini, Erick Thohir bersana tim PSSI bahkan hingga datang ke Jerman.

Selain bekerja sama dengan Bundesliga, PSSI juga memang tengah mencari Dirtek dari Jerman.

Terkait pencarian ini, pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut mengaku telah menyortir sebanyak 20 orang.

Namun, dari 20 orang tersebut sudah ada enam orang yang dikantongi.

Tetapi, dari enam orang ini nantinya akan diinterview lagi dan hanya satu kandidat saja yang dipastikan bakal terpilih nantinya.

“Kami sudah sortir dari 20 orang ke 6 nama. Dan ada 1 kandidat kita akan interview,” ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk BolaSport.com di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Jumat (23/6/2023).

Lebih lanjut, mantan Presiden Inter Milan itu mengaku dalam pencarian Dirtek PSSI ini sudah mengerucut.

Baca juga: Stefano Cugurra Minta PSSI Datangkan Brasil, Berkesannya Laga Timnas Indonesia Vs Argentina

Sehingga hanya tinggal melakukan interview sekali sekali lagi.

Ia berharap Dirtek ini bisa segera didapatkan dan tentunya bisa sesuai dengan pelatih timnas Indonesia.

“Tunggu saja, tapi sudah mengerucut. Kemarin kita sempet interview. Mudah-mudahan kita bisa dapatkan,” kata Erick Thohir.

Mantan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tersebut mengatakan bahwa pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong dan juru taktik timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri juga sudah bertanya.

Namun, ia meminta semua pihak untuk bersabar dulu.

Sebab Erick ingin mencari Dirtek yang memang sesuai dengan pelatih juga.

Sehingga nantinya Dirtek dan tim pelatih bisa menjaga balance dan tetap kompak.

“Kemarin coach Indra dan coach Shin sudah tanya-tanya, saya bilang sabar,” tutur Erick.

“Saya mesti menjaga balance para pelatih, jangan nambah Dirtek jadi gak kompak, kita ini kekompakan,” tambahnya.

Erick Thohir pun menjelaskan bahwa tujuan mendatangkan dirtek berkualitas ini demi kebaikan Timnas Indonesia.

Bahkan ia mengaku akan mencari orang yang mendampingi Dirtek ini dari Jerman juga.

Ia ingin nantinya dirtek bisa juga memberi pelajaran ke seluruh pelatih di Indonesia.

Baca juga: FIFA Matchday Juni 2023 Telah Usai, Ini Kata PSSI Terkait Calon Lawan Timnas Indonesia Selanjutnya

Sehingga program dari pelatih lokal hingga ke timnas Indonesia bisa sama.

Dengan begitu, saat ada pemanggilan ke timnas Indonesia pun bisa menyesuaikan dengan mudah.

“Fungsi Dirtek mereview coach-coach yang ada, Dirtek akan dibantu dari Jerman kalau budjet cukup untuk muter ke seluruh indonesia untuk training coach-coach,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Bolasport dengan judul Respons Erick Thohir soal Timnas Indonesia Dirumorkan Lawan Korea Selatan dan Malaysia.

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved