Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hujan Deras di Bali

Layanan PDAM Badung Terganggu, Dirut Mintak Minta Permakluman dan Sebut Karena Banyak Bencana Alam

Gangguan PDAM itu pun dibenarkan oleh Dirut PDAM Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa. Pihaknya menilai, bencana alam sangat mempengaruhi pasokan air bersi

Tayang:
Pixabay
Ilustrasi air bersih -Perusahan umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Kabupaten Badung mengalami gangguan di beberapa wilayah pada Jumat 7 Juli 2023. Gangguan terjadi disebut-sebut karena hujan deras yang terjadi, yang menyebabkan terganggunya pasokan air bersih. Gangguan PDAM itu pun dibenarkan oleh Dirut PDAM Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa. Pihaknya menilai, bencana alam sangat mempengaruhi pasokan air bersih. 

TRIBUN-BALI.COM – Perusahan umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Kabupaten Badung mengalami gangguan di beberapa wilayah pada Jumat 7 Juli 2023.

Gangguan terjadi disebut-sebut karena hujan deras yang terjadi, yang menyebabkan terganggunya pasokan air bersih.

Gangguan PDAM itu pun dibenarkan oleh Dirut PDAM Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa. Pihaknya menilai, bencana alam sangat mempengaruhi pasokan air bersih.

"Air keruh yang terjadi memang mengganggu pasokan air kita. Bahkan beberapa kali sengaja kita matikan," kata Suyasa Jumat malam.

Baca juga: Debit Tukad Unda Meningkat!  Jembatan Penghubung Dusun Apet -Desa Tangkup Putus!

Baca juga: Persib Bandung Vs Arema FC, 500 Personel Polri Dikerahkan, Dilarang Bawa Gas AirMata ke Zona I danII

Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Wayan Suyasa
Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Wayan Suyasa (Tribun Bali/Agus Aryanta)

Pihaknya mengakui, penyebabnya adalah sumber air tercemar dengan lumpur dan sampah kayu maupun daun. Bahkan saat dibersihkan layanan akan dimatikan.

"Kalau keruh lagi, kita bersihkan lagi. Sehingga terganggu. Apalagi tercampur lumpur, akan membuat air keruh, dan juga dibiarkan pompa kita bisa rusak," jelasnya.

Pusat air di Tukad Penet dan Spam Petanu, yang dikelola oleh provinsi juga distop produksinya. Namun pihaknya bersyukur, sumber air yang dikelola seperti Estuari masih berproduksi normal.

Mengenai gangguan yang terjadi di tengah cuaca ekstrem ini, Suyasa telah menyampaikan permakluman kepada pelanggan.

pengumuman itu, kata dia, telah disampaikan secara langsung maupun melalui media dalam berbagai grup Whatsapp.

Pihaknya juga mengimbau agar pelanggan untuk menampung air untuk mengantisipasi aliran air yang mati.

Suyasa juga mempersilakan bagi pelanggan yang meminta tambah air bersih yang bisa disampaikan kepada kaling. PDAM kata dia, akan melayaninya dengan mobil tangki.

"Tentu kita akan layani dengan mobil tangki bila ada permintaan dari pelanggan. Biasanya melalui kaling dan berkumpul di satu titik yang disepakati," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved