Bali United
Debut Jefferson de Assis Tak Bisa Maksimal di Bali United, Ini Pencerahan Dari Fans Untuk Coach Teco
Ia pun kesulitan menuntaskan tugasnya untuk mencetak gol, karena seringnya terjadinya fast break dari serangan yang dibangun Bali United.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kehadiran striker pendatang baru di Bali United, Jefferson de Assis dengan statusnya sebagai top skorer Liga Malta nyatanya belum bisa membawa perubahan permainan Bali United.
Justru saat laga debut Jefferson melawan Borneo FC, Bali United dilumat Stefano Lilipaly cs dengan skor 3-1.
Jefferson yang berperan menggantikan posisi Ilija Spasojevic, saat itu terlihat tidak maksimal mengeksplore kapasitas potensinya karena kurangnya suplai bola dari lini tengah.
Ia pun kesulitan menuntaskan tugasnya untuk mencetak gol, karena seringnya terjadinya fast break dari serangan yang dibangun Bali United.
Satu-satunya gol Bali United hanya didapat melalui sundulan dari Privat Mbarga.
Strategi yang digunakan Pelatih Stefano Cugurra dinilai terlalu monoton dan harus segera diubah ke depannya.
Baca juga: Breaking News! 2 Pemain Asal Bali United Dipanggil Seleksi Timnas U17 Untuk Piala Dunia U17 2023
Baca juga: DISKON Tiket Jadi Rp 80 Ribu Dari Bali United, Supporter: Lebih Baik Permanen Saja Jadi Rp 75 Ribu

Bahkan, performa Bali United justru merosot di awal musim dan kini berada di peringkat dasar klasemen posisi ke-18, sama sekali belum mendapatkan poin karena kalah dalam dua laga melawan PSS Sleman dan Borneo FC.
Menurut kacamata supporter dari Komunitas Semeton Nyem Lalah (SNL), I Gusti Ngurah Juliarta yang gemar mengamati pertandingan sepak bola ini, menilai harusnya Teco mulai menggunakan permainan passing pendek dan terobosan bukan longpass yang selalu dipatahkan lawan.
"Apalagi melihat performa tim Bali United dari dua laga yang sudah dilakoni jauh dari harapan fans, mendatangkan striker baru, harusnya bermain passing pendek dan umpan-umpan terobosan," ujar pria yang karib disapa Jik Juli itu kepada Tribun Bali, pada Senin 10 Juli 2023.
"Ini malah tetap bermain longpass sehingga kelihatannya striker baru Bali United tidak berkembang karena supplay bola tidak ada," imbuhnya.
"Terlepas kekalahan lawan Borneo ada andil dari kepeminpinan wasit yang memang kurang bagus," jabar Jik Juli.
Ia menambahkan, Coach Teco seharusnya bisa melihat tipikal pemain baru yang direkrutnya untuk memberikan keleluasaan improvisasi di atas lapangan, bukan hanya bermain menunggu bola longpass.
"Logikanya Teco nyari striker dengan gaya main yang dia biasa mainkan sehingga bisa tampil maksimal, ini malah jauh sekali dari gaya main sang striker oleh taktik yang diterapkan pelatih," bebernya.
Sementara itu, senada pria yang gemar mengamati permaian Bali United asal Gianyar, Ida Bagus Diana, melihat permainan Bali United dalam 2 pekan BRI Liga 1 2023/2024, seperti tidak ada cirinya.
"Teco seperti tidak punya strategi dan memainkan sepak pragmatis. Tidak ada sentuhan bola pendek yang asyik untuk dilihat, banyak direct, yang mudah dipatahkan lawan. Begitu kena fast break lini belakang mudah keteteran," jelasnya.
"Kondisi ini dua pekan awal kalah, ada kans siap-siap degradasi," pungkas Diana yang juga aktif sebagai TNI AD yang gemar sepak bola itu. (*)
Update Bursa Transfer Super League Bali United Lepas 3 Pemain, Ada yang Join ke Perseden Denpasar |
![]() |
---|
3 Pemain Dilepas Serdadu Tridatu, Dillan, Komang Tri, Komang Dedi Dipinjamkan ke Klub Berbeda |
![]() |
---|
Debut Jordy Bruijn, Saat BU Jamu MU di Stadion Dipta, Melengkapi Barisan Lini Serang Johnny Jansen |
![]() |
---|
Peluang Debut Jordy Bruijn Saat Bali United Hadapi MU di Stadion Dipta, Wajib 3 Poin di Kandang |
![]() |
---|
Menanti Kembalinya Made Tito, Segera Join ke Tim Usai Bangun dari ‘Tidur Panjangnya’ |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.