Berita Bali
Aktivitas Pembangunan Juga Jadi Sumber Emisi Selain Kemacetan
Prof Ida Ayu Dwi Giriantari, Dosen Teknik Elektro Universitas Udayana katakan penyumbang emisi pertama energi
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Prof Ida Ayu Dwi Giriantari, Dosen Teknik Elektro Universitas Udayana katakan penyumbang emisi pertama energi, kedua transportasi dan ketiga ada aktivitas pembangunan.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber pada workshop Bali Net Zero Emisi (NZE) di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bali Senin 28 Agustus 2023.
“Oleh karena itu, dalam merumuskan net zero emission sebenarnya tidak bisa per sektor, itu harus gabungan dari semua sektor sehingga benar-benat bisa dibuatkan kajian yang lengkap tentang arah dan langkah yg ingin dicapai oleh provinsi Bali. Tapi bukan hanya pemerintah provinsi Bali, tapi termasuk didalamnya adalah kabupaten/kota," jelasnya.
Lebih lanjutnya ia mengatakan pembangunan akan menghasilkan emisinya saat memulai pengerjaan, pengerjaan sudah menghasilkan emisi jadi ketika pengangkutan dan pengerjaan ada emisi.
Maka dari itu, diharapkan pedoman teknis pembangunan yang hijau diharapkan pemanfaatan teknologi mencegah emisi.
“Sekarang sudah dibuatkan kajian dan pemerintah provinsi sudah mengeluarkan SK Gubernur untuk pedoman teknis bangunan hijau. Walaupun sudah Permen Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) tapi di permen itu sangat kompleks kurang sesuai untuk kita di daerah provinsi Bali," imbuhnya.
Ia menjelaskan, dengan pedoman itu simulasikan dan juga sudah cobakan di Denpasar dan Gianyar bisa menghemat 50 persen pemanfaatan energi nya artinya juga 50 persen dari emisinya.
Untuk mencegah emisi dengan mengurangi kemacetan, karena penumpukan kendaraan menjadi penyumbang emisi tebesar.
Menurut Dayu, meski banyak kendaraan untuk mengurangi emisi dengan manajemen lalu lintas.
Katanya, dengan manajemen lalulintas bagus tidak ada kemacetan jadi emisi berkurang.
Baca juga: Paskibra di Badung Tahun 2023 Diberikan Penghargaan Berupa Uang Rp 10 Juta Per Orang
Selain itu, juga pemanfaatan transportasi umum kalau transportasi umum makin bagus masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi umum emisi akan berkurang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Prof-Ida-Ayu-Dwi-Giriantari-Dosen-Teknik-Elektro-Universitas-Udayana.jpg)