Berita Denpasar

113 Kios, Los & Pelataran di Denpasar Dikembalikan Pedagang Sejak Januari 2023, Simak Alasannya!

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, sejak pandemi Covid-19 ada banyak pedagang memilih tidak berjualan.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pasar Kumbasari - Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, sejak pandemi Covid-19 ada banyak pedagang memilih tidak berjualan akibat tidak bisa membayar uang sewa tempat. 

TRIBUN-BALI.COM - Akibat sepi pembeli, sebanyak 113 kios, los dan pelataran dikembalikan oleh pedagang ke Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar.

Hal itu merupakan imbas atau dampak dari pandemi Covid-19. Selain itu, hal ini juga imbas munculnya pasar tumpah.

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, sejak pandemi Covid-19 ada banyak pedagang memilih tidak berjualan akibat tidak bisa membayar uang sewa tempat.

Meskipun sudah diberikan keringanan, namun karena sepi pembeli mereka terpaksa mengembalikan tempat berjualan mereka ke Perumda Pasar.

Ratusan kios, los, dan pelataran dikembalikan sejak Januari 2023.

Baca juga: Akulturasi Sejarah dan Budaya Populer, Pertama Kalinya Desa Adat Renon Gelar Renon Festival 2023

Baca juga: Kabar Gembira, Universitas Mahasaraswati Buka Pendaftaran Fakultas Kedokteran Umum

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, sejak pandemi Covid-19 ada banyak pedagang memilih tidak berjualan akibat tidak bisa membayar uang sewa tempat.
Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, sejak pandemi Covid-19 ada banyak pedagang memilih tidak berjualan akibat tidak bisa membayar uang sewa tempat. (TRIBUN BALI/PUTU SUPARTIKA)

 

"Ada 113 total semuanya dari awal tahun sampai Agustus 2023 ini. Mereka tidak mampu bayar sewa walaupun sudah sangat diperingan karena sepi pembeli. Mereka masih ada tunggakan juga," katanya, Kamis 14 September 2023.

Menurutnya, hal ini terjadi pasca pandemi Covid-19 karena ekonomi belum pulih sepenuhnya. Sehingga, mereka yang mengembalikan tempat sering tidak mendapatkan pembeli.

Selain itu, sepinya pembeli juga ditambah adanya pasar tumpah yang berjualan di luar pasar seperti sempadan jalan maupun trotoar.

"Sudah sepi karena pasca pandemi, ditambah lagi ada pasar tumpah setelah pandemi Covid-19. Jadi ini membuat sepi pedagang yang ada di dalam pasar. Ini yang masih dicarikan solusi ke depannya agar di dalam pasar kembali ramai," imbuhnya.

Pihaknya mengatakan, ada pedagang di empat pasar yang memilih mengembalikan tempat berjualan.

Ke empatnya yakni di Pasar Kumbasari sebanyak 22 pedagang, yang menempati los dan 26 pedagang yang menempati pelataran.

Di Pasar Satria ada 2 pedagang yang menempati kios, 14 pedagang yang menempati los.

Pasar Kereneng 3 pedagang yang menempati kios dan 27 pedagang yang menempati los.

Serta Pasar Sanglah sebanyak 8 pedagang yang menempati kios, 6 pedagang yang menempati los dan 3 pedagang yang menempati pelataran.

Dengan pedagang mengembalikan tempat jualan mereka dipastikan berimbas ke target pendapatan di tahu 2023 ini.

"Pasti mengalami penurunan omzet kita. Karena pedagang-pedagang itu merupakan target omzet kita juga," katanya.

Terkait hal itu, saat ini pihaknya masih menawarkan ke pedagang lain untuk bisa memanfaatkannya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved