Berita Karangasem

Harga Babi di Karangasem Merosot Perkilogramnya

Peternak babi di Kab. Karangasem mengeluh dikarenakan  harga perkilogramnya  merosot drastis.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Peternak babi di Desa / Kecamatan Abang sedang memberi makan ternaknya, Minggu (8/10/2023). 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Peternak babi di Kab. Karangasem mengeluh dikarenakan  harga perkilogramnya  merosot drastis.

Harga babi yang semula 35 ribu turun jadi 28 ribu perkilo. Artinya ad penurunan sekitar 7 ribu.

Harga babi turun secara bertahap dari September.

Kemungkinan akan  terus berlanjut ke depan.

Nengah Sudarma, peternak rumahan asal Desa Abang, Kecamatan Abang, mengungkapkan, harga babi anjlok sejak dua bulan terakhir.

Penyebabnya diperkirakan karena kasus babi mati mendadak. Mengingat  beberapa  daerah ditemukan kasus babi mati mendadak. Gejalanya hampir sama. Tidak mau makan serta kejang

"Kemungkinan ini yang mempengaruhi. Sehingga sangat berpengaruh ke permintaan babi di Karangasem. Permintaan babi  sedikit. Biasanya  warga yang  membeli bibit cukup banyak, sekarang mulai turun.  Padahal harga bibit turun, dari 1 juta jadi 600 - 700 ribu. Itu bibit  yang lepas  induknya,"jelas Sudarma,Minggu (8/10/2023)

Turunnya permintaan babi kemungkinan lantaran harga pakan ternak naik.

Bayangkan, harga pakan babi jenis poral bisa tembus 215 ribu per karung, isi 40  kilogramnya.

Terkadang  ada  beberapa toko jual dengan  harga 220 ribu.

Banyak  peternak yang campur  makanan dengan  dag dag,berserta makanan jenis yang lainnya

"Banyak peternak  yang mengeluh. Disisi lain harga babi turun, tapi pakan ternak meningkat. Kondisi ini membuat peternak kaget dengan naiknya harga pakan. Terutama yang ternak babi dengan jumlah banyak. Saya cuma ternak 7 ekor,"akui Darma

Pihaknya berharap harga babi dan pakan ternaknya kembali normal, sehingga peternak kembali  beraktivitas. Mengingat ad beberapa peternak yang belum bisa berternak karena kondisi masih dianggap belum  bersahabat.

Baca juga: Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Bali United: Spaso Cadangan, Kadek Arel Kembali Starter

"Saya termasuk rugi. Bibit babi yang  dulu saya  beli 1 juta, kini  menurun jadi 600 - 700 ribu,"imbuh Sudarma.

"Saya selaku peternak rumahan tetap  mengimbangi  pakan ternak  dengn jenis lain. Artinya bukan memakai poral saja, tetapi dicampur daun -daun. Seperti  ketela  rambat. Sedangkan poral hanya setengah. Apalagi sekarang babi sudah besar,  sehingga butuh makanan banyak,"ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved