Berita Bali

Ikut Konferensi LSPR di Bali, Langkah Irma Kusumawati Raih Gelar PhD di Amerika

Ikut Konferensi LSPR di Bali, Langkah Irma Kusumawati Raih Gelar PhD di Amerika, Tekad Benahi Dunia Aviasi Tanah Air

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Mahasiswi S3 Unpad, Irma Kusumawati. M.I,Kom., CICS 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Irma Kusumawati. M.I,Kom., CICS adalah mahasiswi S3 Fikom Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang menjadi partisipan The 5th International Conference on Communication & Business dengan tema Strengthening ASEAN’s Leadership in Sustainable Business and Advanced Communication (LSPR).

Konferensi internasional tersebut telah berlangsung di The Trans Resort Bali, Badung, Bali beberapa waktu lalu.

Irma mengikuti seminar ini bukan tanpa alasan. 

Dirinya mengaku, selain ingin fokus untuk menyelesaikan studinya, ia juga bertekad mendapatkan beasiswa karena ilmu yang didapat saat seminar bersama LSPR ini bermanfaat besar untuknya.

“Saya ingin mendapatkan gelar PhD di Amerika Serikat. Kebetulan saya tertarik untuk melanjutkan studi saya di salah satu dari lima universitas yang saya minati,” kata dia kepada Tribun bali, pada Rabu 24 Oktober 2023. 

Irma memiliki latar belakang berkecimpung di dunia aviasi, khususnya maskapai kargo di salah satu perusahaan di Indonesia. Itulah sebabnya Irma concern melakukan penelitian di bidang aviasi.

“Sebelumnya saya bekerja di maskapai kargo. Itu terjadi saat pandemi Covid-19. Kebetulan riset saya di bidang aviasi,” bebernya.

Irma menjelaskan, alasannya memilih penelitian di bidang aviasi, ialah ingin dunia aviasi di Indonesia bisa lebih baik, berkaca dari pengalaman sebelumnya.

Saat itu, ia merasakan bagaimana menjalani pekerjaan di dunia aviasi yang membuatnya bisa seperti sekarang ini. Hal itulah yang mendorongnya melakukan pembenahan di dunia aviasi.

Baca juga: Central Coast Mariners vs Bali United: Persiapan yang Singkat, Teco Sebut Cukup Rebut 1 Poin

“Berkaca dari pengalaman, saya ingin bagaimana baiknya sebuah perusahaan terutama perusahaan aviasi dalam melakukan organisasi korporasi antara atasan dan bawahan," tuturnya.

"Jadi tidak ada lagi uneg-uneg yang terpendam ke atasan. Kalau lancar, akhirnya bisa mempermudah pekerjaan,” sambung Irma.

Dunia aviasi terutama untuk maskapai kargo, menurutnya bisa lebih baik dari maskapai komersial yang mengangkut penumpang.

Ia melihatnya sendiri ketika pandemi Covid-19 terjadi. 

Ketika maskapai komersial mati suri, justru maskapai kargo meningkat pesat pelayanannya.

“Kalau saya amati, tingkat kenaikannya mencapai 70-80 persen untuk maskapai kargo. Kebalikannya dengan maskapai penumpang yang mengalami penurunan yang signifikan. Untuk sekarang kembali normal pasca pandemi ya,” pungkas Irma. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved