Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyamuk Wolbachia Cegah DBD

Seberapa Efektif Nyamuk Wolbachia Cegah DBD ? Ini Penjelasannya

Penyebaran Nyamuk Wolbachia untuk mengurangi angka DBD sedang menuai pro dan kontra.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
Pixabay
Ilustrasi nyamuk - Seberapa Efektif Nyamuk Wolbachia Cegah DBD ? Ini Penjelasannya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyebaran Nyamuk Wolbachia untuk mengurangi angka DBD sedang menuai pro dan kontra.

Lantas seberapa efektif kah peran Nyamuk Wolbachia untuk mengurangi kasus DBD

I Made Sudarmaja selaku Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sempat membuat Disertasi tentang Nyamuk Aedes Aegypti memberikan tanggapannya.

Sudarmaja mengatakan sebetulnya dampak penyebaran dari Nyamuk Wolbachia tidak begitu berpengaruh pada manusia.  

“Dampak pada manusia hampir tidak ada apa-apa, sama dengan digigit nyamuk lainnya, gatal. Hanya saja risiko terkena demam dengue ataupun demam berdarah dengue yang turun,” jelas, Sudarmaja pada, Senin 13 November 2023. 

Sementara untuk dampak negatif penyebaran Nyamuk Wolbachia disebutkan Sudarmaja hampir tidak ada asalkan nyamuk yang diisi bakteri Wolbachia adalah nyamuk lokal.

Pada ekosistem pun dampak Nyamuk Wolbachia ini tidak banyak merubah ekosistem karena masyarakat masih bisa melakukan pemberantasan nyamuk dengan cara lain misalnya 3M. 

“Secara teori kalau nyamuk berwolbachia sudah mencapai 50 persen dari jumlah nyamuk di alam. Maka efeknya akan terlihat secara signifikan. Kalau bisa Nyamuk Wolbachia disebar di semua tempat. Mungkin fokus pada daerah yang padat penduduk terlebih dahulu,” imbuhnya. 

Nantinya nyamuk yang berwolbachia bila menggigit orang yang menderita DBD maka virus yang masuk ke tubuh nyamuk akan dilumpuhkan oleh bakteri wolbachia.

Sehingga bila nyamuk itu kemudian menggigit orang sehat maka orang yang digigit tidak akan terjangkit DBD

“Bakteri wolbachia sebenarnya adalah bakteri yang ada pada banyak serangga kecuali di tubuh nyamuk Aedes aegypti. Bakteri yang merupakan flora normal dari beberapa serangga,” tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved