Berita Gianyar
Jelang Musim Hujan, BPBD Gianyar Petakan Daerah Rawan Bencana
Menjelang musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Bali telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Menjelang musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Bali telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana.
Dalam peta bencana tersebut, kejadian yang berpotensi melanda Kabupaten Gianyar selama musim hujan, mulai dari pohon tumbang hingga gelombang rob.
Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, Selasa 20 November 2023 menjelaskan, jenis bencana antara satu kecamatan dan kecamatan lainnya di Kabupaten Gianyar berbeda.
Hal tersebut tergantung kondisi geografis suatu wilayah.
Seperti di kawasan dataran tinggi, yang meliputi Tegalalang, Payangan dan Tampaksiring, di sana potensi bencananya adalah tanah longsor dan pohon tumbang.
Karena itu, masyarakat setempat diarahkan untuk memangkas pepohonan yang berpotensi tumbang.
Lalu, kata dia, ada daerah dataran sedang.
Kawasan ini meliputi Kecamatan Ubud dan Gianyar.
Di kawasan ini, potensi bencananya lebih tinggi lagi.
Sebab, selain berpotensi terjadinya pohon tumbang dan tanah longsor.
Baca juga: Siaga Musim Hujan Semakin Dekat, BPBD Karangasem Petakan Daerah Rawan Banjir dan Longsor
Kawasan ini juga rawan terjadi banjir.
Sebab kawasan ini mendapatkan air kiriman dari wilayah dataran tinggi.
Banjir semakin parah, jika terdapat saluran drainase yang tak berfungsi maksimal.
Karena itu, pihaknya pun mengajak masyarakat agar memperhatikan saluran air di wilayahnya masing-masing.
"Bukan hanya banjir, kawasan dataran sedang juga padat bangunan, sehingga berpotensi kebakaran. Meskipun musim hujan, kita tetap harus mewaspadai kebakaran. Sebab di kawasan ini kerap terjadi kebakaran saat musim hujan akibat konsleting listrik," ungkap Gus Suamba.
Sementara di kawasan dataran rendah, seperti di Kecamatan Sukawati, Blahbatuh, dan Kecamatan Gianyar bagian selatan, potensi bencananya lebih tinggi lagi.
Yakni, rawan gelombang rob atau gelombang pasang, air sungai meluap, kebakaran dan pohon tumbang.
"Mari kita pakai data ini sebagai acuan untuk mengantisipasi hal terburuk," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/air-laut-menggenang-di-areal-parkir-Pantai-Lebih-Gianyar-pada-tahun-2021.jpg)