Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Tumpek Wayang, Bupati Dana Ajak Forkompinda dan OPD Sembahyang di Pura Geria Gili Selang Seraya

Gede Dana melakukan persembahyangan bersama di Pura, sebagai bentuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal Bali yang merupakan warisan leluhur

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Tumpek Wayang, Bupati Dana Ajak Forkompinda dan OPD Sembahyang di Pura Geria Gili Selang Seraya 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Hari Raya Tumpek Wayang dalam penanggalan Umat Hindu Bali, jatuh pada Saniscara Kajeng Kliwon, Wuku Wayang setiap 6 bulan sekali.

Untuk Hari Raya Tumpek Wayang kali ini, Bupati Karangasem I Gede Dana bersama Forkompinda dan seluruh Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karangasem, melakukan persembahyangan bersama di Pura Kahyangan, Pura Geria Gili Selang, Desa Adat Seraya Timur, Sabtu 25 November 2023.

Persembahyangan yang dipimpin oleh pemangku pura setempat berlangsung khusyuk, di mana usai pemuspaan, Bupati Dana menyampaikan, dalam Kalender Bali atau Penanggalan Umat Hindu Bali, dikenal ada beberapa hari raya suci Tumpek yang merupakan bagian dari ajaran Agama Hindu di Bali.

Masing-masing upacara atau hari suci Tumpek itu sendiri memiliki makna dan fungsi yang berbeda-beda.

Baca juga: Tumpek Wayang, Ini Daftar Pura dan Merajan yang Menggelar Piodalan, Ada Pura Majapahit

Dirinya mengatakan, sesuai yang telah tertuang pada SE Gubernur Nomor 4 Tahun 2022 mempertegas kembali agar seluruh hari raya suci Tumpek agar dilaksanakan secara rutin.

"Hari ini Saniscara Kliwon Wayang, kita telah melaksanakan persembahyangan bersama dengan Upacara Jagat Kerthi. Upacara Jagat Kerthi merupakan Upacara Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta sebagai upaya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan antara semua mahluk di alam ini. Ingatlah akan pesan leluhur kita manusia adalah alam itu sendiri, manusia harus sejalan/seirama dengan alam, hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus menghormati alam, alam ibarat orang tua, oleh karena itu hidup harus mengasihi alam,”ujar Bupati Dana.

Persembahyangan ini juga sebagai bentuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal Bali yang merupakan warisan leluhur kita.

Diwariskan sejak berabad-abad lamanya. Bupati menambahkan, Tumpek Wayang dan tumpek lainnya, jangan pernah diremehkan. Banggalah dengan budaya Bali.

"Banggalah dengan budaya Bali. Jangan mainstream kebarat-baratan. Mari menjadikan kebudayaan sebagai landasan dalam pembangunan, terutama nilai-nilai kehidupan Sad Kerthi. Dunia boleh berubah dengan teknologi, tetapi kita jangan tergerus zaman. Tetap jaga budaya, sehingga sama-sama punya ruang," ujarnya.

Kumpulan Artikel Karangasem

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved