Bali United
Stallion Laguna FC Waspadai Pemain Jangkung Bali United Seperti Adilson Maringa dan Elias Dolah
Tak gentar hadapi Bali United, Pelatih Stallion Laguna FC waspadai pemain jangkung Serdadu Tridatu seperti Adilson Maringa dan Elias Dolah.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Jelang hadapi Bali United nanti malam, begini komentar Pelatih Kepala Stallion Laguna FC Filipina, Ernest Thomas Nierras.
Laga lanjutan Piala AFC Grup G Zona ASEAN Bali United vs Stallion Laguna FC bakal berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, pada Rabu 29 November 2023 pukul 20.00 WITA.
Pemain Stallion Laguna FC, Matthew Nierras mengatakan dari pertandingan ke pertandingan ia dan rekan-rekan mulai menemukan ritme permainan dan perkembangan dari organisasi tim.
"Kami sudah lebih berkembang saat laga menghadapi Terengganu," ucapnya.
Sementara itu, pelatih Stallion Laguna FC Filipina, Ernest Thomas Nierras menyatakan bakal tampil militan untuk berusaha mencetak gol sepanjang 90 menit.
"Kami datang, kami menunjukkan rasa hormat, kami bermain dengan keras."
"Seperti yang saya katakan, tujuan kami adalah untuk selalu memenangkan pertandingan."
"Pertandingan pertama di AFC, semua orang gugup. Kali ini, saya pikir tim saya sudah lebih siap."
"Para pemain dalam kondisi yang lebih baik, baik secara fisik maupun pikiran."
"Jadi saya pikir besok akan menjadi pertandingan yang sangat menarik," ujar Ernest jelang laga.
"Jika anda melihat pertandingan terakhir, kami berusaha mencetak gol hingga menit terakhir, dan anda akan selalu melihat hal itu dari kami, tidak peduli berapa pun skornya, kami bermain hingga akhir, seolah-olah ini adalah pertandingan 0-0, kami terus maju, maju, maju, itulah kultur, itulah filosofi, dan itulah gaya permainan yang kami miliki," sambungnya.
Baca juga: Tandang di Markas Bali United, Pelatih Stallion Laguna FC Minta Pemain Eksplore Budaya Pulau Dewata
Ernest mengaku timnya telah berkembang sejak kekalahan telak atas Bali United 2-5 dan Central Coast Mariners lalu dengan skor 9-1, tim besutannya mencoba bangkit di laga menghadapi tim kuat Terengganu FC dengan menahan imbang 2-2 dan dipertemuan kedua dengan Trengganu FC mampu unggu 2 gol sebelum terkena come back 3 gol, baginya itu modal bagus.
"Kami telah mempersiapkan diri secara teratur untuk kompetisi ini, mengetahui bahwa kami memiliki beberapa peluang di pertandingan terakhir, terutama menjelang akhir pertandingan yang seharusnya dapat kami konversi, jadi kali ini kami telah memiliki pengalaman empat pertandingan di AFC, semoga kami telah berkembang sebagai sebuah tim," paparnya.
Mengenai rumput Stadion Dipta yang menggunakan rumput alami, menurutnya bukan persoalan meski Stallion di Filipina biasa menggunakan rumput sintetis.
Ia sudah mengantisipasi bagaimana bola bergerak lebih cepat.
"Saya tidak berpikir permukaan lapangan itu sendiri akan menjadi masalah, itu adalah gaya bermain yang penting besok, pendekatan taktis dari kedua tim akan menjadi penting, dan harus adaptasi," ujar dia.
"Kami selalu dikenal sebagai tim yang akan selalu bermain keras. Jika kami harus menekan sepanjang pertandingan, kami akan menekan. Tergantung bagaimana Bali bermain besok. Kami akan bereaksi terhadap bagaimana mereka bermain, dan kami memiliki taktik khusus, yang ingin kami terapkan sejak kickoff. Dan kemudian dari sana, itu akan menjadi permainan catur. Pelatih menyesuaikan diri dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Begitu pula dengan para pemain," jabar Ernest.
Ernest mewaspadai pemain-pemain jangkung Bali United seperti Adilson Maringa dan Elias Dolah yang pada pertemuan lalu, serta Ilija Spasojevic dan Irfan Jaya yang memiliki kecepatan dinilainya memiliki kontribusi positif saat mengalahkan tim yang dibesutnya tersebut.
"Penjaga gawangnya lebih besar, membuat kami gagal mengeksekusi penalti, bek tengah ada Elias Dollah, juga sangat besar, dan kemudian Anda memiliki striker besar dalam diri Spaso, Jefferson de Assis lalu Irfan Jaya sangat cepat, jadi saya pribadi saya tidak akan fokus pada satu pemain, karena sejak pertandingan pertama kami, kami melihat pemain yang berbeda memiliki kualitas yang berbeda yang mereka bawa ke dalam tim, dan kemudian kami tentu saja mempelajari permainan," bebernya.
"Karena terkadang bahkan Jefferson datang dari bangku cadangan, kami melihat bahwa dia datang dari bangku cadangan, dia baik dari bangku cadangan, jadi hal-hal seperti itu yang diperhatikan, siapa pun yang bermain, siapa pun yang diputuskan oleh Bali untuk bermain besok, dan kemudian siapa pun yang menjadi pemain pengganti, Anda tahu bagaimana cara bermain melawan mereka," jabarnya.
Ia mengatakan dalam lawatan ini memboyong sebanyak 23 pemain, meski ada pemain yang terkendala visa untuk datang ke Indonesia namun hal itu sudah bisa diatasi, jadi ia rasa tidak ada persoalan mendasar dari segi komposisi tim.
"Kami membawa 23 pemain, tetapi kami masih memiliki beberapa masalah dengan beberapa dari mereka yang harus kami selesaikan, untuk imigrasi, untuk visa itu sendiri. Saya pikir apa pun yang terjadi besok, kami akan memiliki pemain yang lengkap untuk bermain selama 90 menit," paparnya.
Head to Head :
Stallion Laguna FC 2 vs 5 Bali United
Baca juga: Misi Balas Dendam, Stallion Laguna FC Siapkan Taktik Khusus Lawan Bali United Malam Ini di Dipta
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs Stallion Laguna FC :
Bali United (4-3-3)
PG: Adilson Maringa
Belakang: Andhika Wijaya, Elias Dolah, Haudi Abdillah, Ricky Fajrin
Tengah: Mohammed Rashid, Luthfi Kamal, Eber Bessa
Depan: Privat Mbarga, Irfan Jaya, Jefferson de Assis
Pelatih: Stefano Cugurra
Stallion Laguna FC (4-3-3)
PG: Nelson Gasic
Belakang: Miguel Mendoza, Ken Pryde, Abraham Placito, Matthew Nierras
Tengah: Kraig Bonanken, Shirmar Felongco, Cristian Ivanovski
Depan: Finn McDaniel, Juan Trujillo, Junior Ngong-Sam
Pelatih: Ernest Thomas Nierras
Selain mencari kemenangan, Ernest juga memberikan waktu dan kesempatan kepada para punggawanya untuk mengekslore Pulau Bali dalam kesempatan lawatan melawan Bali United.
Ia mengatakan bahwa kedatangannya ke Bali tidak hanya bertujuan untuk berupaya melawan Bali United, tetapi juga mengenal kekayaan budaya Pulau Dewata.
Usai menuntaskan laga melawan Bali United, Ernest mengajak skuat asuhannya menikmati kekayaan tradisi dan budaya di Bali yang dikenal sebagai "Pulau Surga" ini.
"Jadi ini adalah pengalaman yang menyenangkan bagi kami. Anda tahu, kami ingin mengenal budaya. Kami mengizinkan para pemain untuk pergi ke masyarakat, makan di warung lokal, dan menikmati budayanya. Bagi saya, itu penting, ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga sejarah, budaya," tuturnya.
Usai laga Rabu, Ernest dan tim besutannya ingin meluangkan waktu seharian penuh pada Kamis 30 November 2023 untuk mengeksplore Pulau Bali dan baru kembali ke Filipina pada Jumat 1 Desember 2023.
"Kami tidak akan langsung pulang setelah pertandingan, kami akan pergi pada Jumat pagi, jadi kami memiliki waktu seharian penuh untuk menikmati Bali. Kami berharap ini, kami akan memiliki lebih banyak pertandingan seperti ini ke depannya," tuturnnya.
"Kami ingin bisa kembali ke negara kami, kepada para penggemar kami, dan menceritakan kepada mereka tentang bagaimana pertandingan di Bali, apa yang kami alami, itulah yang ingin kami saksikan besok. Hasil pertandingan, itu penting, tapi saya pikir pengalaman total bagi kami lebih penting daripada hanya pertandingan itu sendiri," jabarnya.
Dikatakan Ernest, jika dibandingkan Filipina, gairah antusias dan fanatisme masyarakat terhadap sepak bola lebih tinggi di Indonesia, hal itulah yang juga ia ingin rasakan.
"Ekspresi sepak bola, gairahnya, berbeda, oke, gairah orang Indonesia dalam hal sepak bola sangat, sangat tinggi, dan itulah yang ingin kami rasakan," ungkapnya.
Menurut Ernest, Bali United adalah tim besar di Indonesia memiliki prestasi dan fasilitas stadion yang luar biasa, bagi Stallion baik bertandang ke Bali, Australia maupun Malaysia menjadi pengalaman berharga bermain di tiga tim tepi laut.
"Kami adalah klub yang sangat kecil, dan kami mencoba untuk berkembang dari tahun ke tahun sebagai sebuah klub, jadi setiap kali kami melakukan perjalanan, ketika kami pergi ke Melbourne, ke Terengganu, dan sekarang ke Bali, saya merasa kami sedikit beruntung karena kami bermain, setiap turnamen yang kami mainkan berada di pantai, Anda tahu, ketika kami pergi ke Central Coast Mariners di tepi laut, Terengganu di tepi laut, dan sekarang di Bali United di tepi laut," paparnya.
"Kemarin kami memiliki pengalaman pertama berlatih di fasilitas latihan Bali United, itu indah, di tepi laut, rumput alami itu sendiri adalah sesuatu yang kami tidak terbiasa karena kami bermain di rumput sintetis," pungkas dia.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.