Covid di Bali
Covid-19 Kembali Merebak Diakhir 2023, Agen Property Mengaku Tak Panik
Namun meskipun penyakit dari Wuhan, China ini kembali merebak, tak mempengaruhi kegiatan properti yang ada di Indonesia.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus Covid-19 kembali merebak di Indonesia. Hal ini bahkan sampai membuat Kementerian Kesehatan kembali mengeluarkan surat edaran terkait Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kasus Covid-19.
Namun meskipun penyakit dari Wuhan, China ini kembali merebak, tak mempengaruhi kegiatan properti yang ada di Indonesia.
Hal tersebut disampikan oleh CEO PropNex Indonesia, Luckyanto saat ditemui Selasa 12 Desember 2023.
PropNex sendiri merupakan agen property berbasis digital yang berasal dari Singapura.
“Saat ini kasus Covid-19 atau Pneumonia sudah mulai bermunculan. Namun rata-rata efek atas virus ini tidak seheboh saat Covid-19 pertama kali datang karena kita semua menanggap bahwa kasus ini seperti flu semua orang bisa ditangani kalau kita cukup mengonsumsi makanan sehat dan tercukupi,” kata, Luckyanto.
Menurut Luckyanto tidak ada kekhawatiran dari agen properti ketika kasus Covid-19 kembali naik apalagi kekhawatiran property akan mengalami penurunan.
Kasus Covid-19 yang tinggi saat ini bermunculan saat harga hotel dan pesawat di Bali masih mahal.
Menurutnya sama Covid-19 kali ini tidak ada pengaruhnya sama sekali.
Bahkan di Singapura yakni Negara yang dikatakan saat ini banyak ditemui kasus Covid-19 kegiatan perekonomiannya masih berlanjut.
Baca juga: Libur Nataru di Canggu Bali, Berikut Rekomendasi Pantai yang Miliki View Mempesona
“Training-training yang diadakan di Singapura tidak ada yang dibatalkan jadi kita nanti Januari ada kurang lebih ada 200 marketing dari PropNex Asia mengadakan trening marketing senior di PropNex diadakan di Bali. Pesertanya nanti ada dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Negara Asia lainnya,” imbuhnya.
Saat kasus Covid-19 kembali naik diakhir Tahun 2023 ini, berbarengan juga dengan meningkatnya transaksi pada kegiatan property di PropNex sekitar 40 persen.
Kini PropNex kembali hadir di Bali setelah mendengar info bahwa Bali akan menjadi tujuan atau sasaran utama PropNex internasional untuk membawa investor asing masuk ke Indonesia.
Dikatakan Luckyanto, bahkan investor lebih excited dengan Bali karena Bali adalah Internasional market khususnya untuk orang-orang di Amerika hingga China.
“Kita tahu 3 tahun terakhir Bali hancur lebur harga property nya bukan hanya harga property kondisi perekonomian dan tourism di Bali hancur lebur. Tapi kita tahu saat ini 6 bulan terakhir ini harga Hotel di Bali gila-gilaan dulu The Apurva permalam dapat Rp 1-2 juta standart room masih bisa saat ini sudah tidak bisa minimal Rp 5-6 juta permalam,” bebernya.
Dari sini bisa kata Luckyanto dilihat bahwa Bali kembali diincar oleh investor.
Bali akan menjadi sasaran investasi asing kedepannya dan Kota kedua yakni Jakarta, karena Jakarta merupakan capital city. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/CEO-PropNex-Indonesia-Luckyanto-katakan-Covid-19-saat-ini-tak-pengaruhi-kegiatan-property-di-Bali.jpg)