Kemacetan Parah di Bali

Banyak Mobil Parkir Sembarangan Di Sekitar Toko Oleh-Oleh dan Taksi Gelap Mengakibatkan Kemacetan

Banyak Mobil Parkir Sembarangan Disekitar Toko Oleh-Oleh dan Taksi Gelap Mengakibatkan Kemacetan

|
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menhub Budi Karya Sumadi didampingi Kapolda Bali, PJ Gubernur Bali dan Direktur Utama AP1 saat memberikan keterangan usai melakukan pertemuan membahas masalah kemacetan yang terjadi di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tidak menampik bahwa faktor penyebab kemacetan di seputaran Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat lalu karena banyak kendaraan memakai bahu jalan untuk parkir di sekitar toko oleh-oleh.

"Benar apa yang disinyalir adanya overload parkir-parkir kendaraan di toko oleh-oleh lalu parkir memakan bahu jalan itu. Tadi saya sudah bicarakan (dalam pertemuan) dan harus diomongkan dengan baik-baik," ujar Menhub Budi, Minggu 31 Desember 2023 di Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV. 

Ia menegaskan logikanya itu kalau satu tempat bisa dipakai parkir 10 kendaraan ya jangan menampung 20 kendaraan. 

"Batasin jangan lebih atau melewati kapasitas tempat parkir lewatin (jangan menerima masuk kendaraan). Dan saya mohon kepada Bapak Kapolda untuk menempatkan anggotanya dan memberikan pengertian kepada pengusaha tersebut," ucap Menhub Budi. 

Bahkan dirinya mengalami sendiri saat melakukan kunjungan kerja ke Bali dua pekan lalu keluar Kuta menuju bandara memakan waktu satu jam.

"Saya juga pengalaman dua minggu lalu keluar ke Kuta satu jam, banyak mobil parkir di bahu jalan waktu itu," imbuhnya.

Selain itu juga Menhub Budi mendapatkan informasi bahwa banyak taksi-taksi gelap saat itu (Jumat lalu) yang beroperasi di bandara.

Dan mereka kita tidak perbolehkan masuk nanti kedepannya.

"Bagaimana membatasi banyaknya taksi gelap, dimana ada taksi-taksi yang tidak terdaftar harus dilarang masuk ke bandara," tegasnya.

Baca juga: Manfaat Daun Kelor Untuk Atasi Jerawat Hingga Perbaiki Tekstur Kulit

Baca juga: Soal Kemacetan Kemarin, PJ Gubernur Bali Ungkap Adanya Peningkatan Pergerakan Orang dan Barang


Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran transportasi massal kedepannya akan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Bali.

"Jangka panjangnya kita akan bangun kereta LRT di Bali dari bandara ke sejumlah titik yang selama ini lalu lintasnya padat, seperti di Sunset Road, Legian, dan Canggu," tutur Menhub Budi 

Ia mengungkapkan, untuk membangun LRT membutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 4 tahun. 

"Minggu lalu kami sudah bertemu pihak dari Korea Selatan yang memberikan grant untuk Feasibility Study (FS) dan akan memberikan Official Development Assistance (ODA) Loan, untuk pembangunan LRT Tahap 1 dari bandara sampai Sunset Road," kata Menhub Budi.

Kehadiran LRT diharapkan dapat mengatasi permasalahan kemacetan di Bali yang seringkali terjadi, khususnya di hari libur nasional dan keagamaan.

"Kepadatan lalu lintas di akhir tahun sudah kami prediksi sebelumnya, tetapi kemarin terjadi kepadatan yang ekstrem," ungkap Menhub.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved