Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

Polres Tabanan Antisipasi Kejahatan Jalanan, Giatkan Blue Light Patrol

Polres Tabanan Antisipasi Kejahatan Jalanan Giatkan Blue Light Patrol Hingga Datangi Perguruan Pencak Silat

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Kapolres Tabanan, AKBP Leo Dedy Defretes, saat diwawancarai awak media di Mapolres Tabanan, Kamis 25 Januari 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Adanya kasus kejahatan jalanan yang terjadi di Badung dan Denpasar membuat Polres Jajaran Polda Bali, siaga. Polres Tabanan, contohnya. Kini, sejak maraknya kasus itu, Polres Tabanan menggiatkan operasi melalui Blue light Patrol dan juga menyambangi perguruan pencak silat di Tabanan.

Kapolres Tabanan, AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, bahwa Polres Tabanan sudah mendapatkan arahan oleh Polda Bali bahwa dengan meningkatnya beberapa kasus terutama kejahatan jalanan, maka pihaknya akan melakukan giat operasi. 

Kejahatan jalanan yang terjadi di Badung dan Denpasar, menjadi pelecut untuk melakukan langkah pencegahan atau antisipasi.

“Setelah dirapatkan, kami telah melaksanakan beberapa kegiatan khususnya pelaksanaan razia pada week end, dan haru lain di luar malam Minggu. Seminggu dua hingga tiga kali. Melakukan Blue Line Patrol, dengan sasaran anak-anak yang nongkrong. Terutama di kafe-kafe yang menjual minuman keras,” ucap Leo, Kamai 25 Januari 2024.

Baca juga: 11.739 Anggota KPPS Dilantik, Beberapa Dilantik di Tempat Pengelolaan Sampah

Kemudian, sambung Leo, pihaknya juga melakukan analisa dan maping untuk perguruan silat yang ada di Tabanan. Dimana, melakukan edukasi supaya mengamankan muridnya dan menjaga keselamatan diri dan orang lain. Atau tidak akan berbuat onar di Tabanan.

Sejak munculnya fenomena kejahatan jalanan berupa perkelahian itu pihaknya sudah melakukan upaya-upaya tersebut.

“Kami langsung segera merespon,” jelasnya.

Untuk personel yang masuk dalam Blue light, Leo menambahkan, paling tidak ada sekitar 30 hingga 45 personel yang terjun. Langkah-langkah yang dikakukan ialah mulai mendatangi dan meminta warga membubarkan diri saat nongkrong. Namun, tetap dalam kategori humanis.

“Kami juga melaksanakan razia berupa knalpot brong sebelumnya. Jadi tidak preentif dan preventif kami laksanakan,” bebernya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved