Bali United

Usia Bukan Penghalang, Striker Bali United Ilija Spasojevic Masih Berhasrat Bela Timnas Indonesia

Usia Bukan Penghalang, Striker Bali United Ilija Spasojevic Masih Berhasrat Bela Timnas Indonesia

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Dok. Twitter @PSSI
Striker Bali United Ilija Spasojevic saat membela Timnas Indonesia di laga kedua babak penyisihan grup A Piala AFF 2022 vs Brunei Darussalam di KLFA Stadium, 26 Desember 2022 - Usia Bukan Penghalang, Striker Bali United Ilija Spasojevic Masih Berhasrat Bela Timnas Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Penyerang naturalisasi, Ilija Spasojevic mengaku masih berhasrat untuk membela Timnas Indonesia di ajang internasional. 

Meski usia sudah tak lagi muda namun kegigihan dan semangat striker Bali United ini tak kalah dari pemain-pemain di usia produktif. 

Pemain yang saat ini berusia 36 tahun tersebut menyadari bahwa setiap pelatih memiliki gaya tersendiri dalam pola permainan sehingga membutuhkan tipikal-tipikal penyerang sesuai dengan kebutuhan tim. 

Ia pun tentu tidak bisa melakukan intervensi karena skuat Timnas merupakan hak prerogatif pelatih kepala. 

Meski ditangan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mencatatkan sejarah mampu lolos ke babak 16 besar Piala Asia, namun ketajaman striker masih menjadi pekerjaan rumah. 

Menurut Spaso, ketajaman seorang penyerang harus sesuai antara karakter yang dimiliki pemain dengan gaya permainan atau strategi yang diimplementasikan pelatih di atas lapangan. 

 

Spaso juga merupakan salah satu striker tajam di Indonesia, ia menjadi top skorer Liga 1 2021/2022 lalu dengan torehan 23 gol sekaligus mengantarkan Bali United juara Liga 1 kedua kalinya. 

Tak hanya di Indonesia, Spaso juga mengukir tinta emas di Malaysia.

Ia pernah didaulat sebagai kapten tim sejak kepindahannya ke klub Negeri Jiran Melaka United sekaligus mengantarkan promosi di Liga Super Malaysia (LSM) 2017 saat itu setelah juara dalam Liga Perdana Malaysia (LPM) atau Liga Premier Malaysia 2016. 

Baca juga: Markas Bali United Dipakai 4 Klub, Arema FC dan Terbaru Persikabo Hingga Persija Mengungsi ke Dipta

Bahkan nama pemain naturalisasi Indonesia kelahiran Bar, Montenegro ini juga menyabet Malaysia Golden Boot 2016 dengan mencetak 24 gol saat mengantarkan Melaka United promosi ke Liga Super Malaysia.

Trofi yang dipersembahkan Spaso ijuga menjadi trofi liga pertama klub Melaka United setelah 33 tahun tanpa gelar. 

Pemain nomor punggung 9 di Bali United ini juga diberi nama dua kali sebagai PFA Malaysia Player of the Month, karena penampilannya yang luar biasa saat berseragam Melaka United, ia menjadi orang asing pertama dalam sejarah klub yang menerima penghargaan Bintang Cemerlang Melaka dari Gubernur Melaka Mohd Khalil Yaakob. 

Setelah mengemas 30 gol dalam 35 pertandingan yang dimainkan di Malaysia, Spasojević dan Melaka United berpisah pada Juni 2017.

Kembali dalam kariernya di Indonesia, setelah menyandang top skorer di musim 2021/2022, pada musim 2022/2023, Pemain asal Bar Montenegro juga mengemas cukup banyak gol menjadi pencetak gol terbanyak di dalam tim Bali Unnited dengan 17 gol, disusul Privat Mbarga 16 gol. 

Musim 2020/2021 kompetisi sepak bola harus vakum karena pandemmi COVID-19, menengok kebelakang lagi, musim 2019 Spaso menorehkan sebanyak 16 gol.

Dan di musim pertamanya bergabung dengan Bali United tahun 2017 Spaso mengemas sebanyak 9 gol untuk Bali United, setelah kepindahannya dari Bhayangkara FC. 

Total sejauh ini, Spaso sudah melakoni sebanyak 175 caps bersama Serdadu Tridatu, dengan mengoleksi 85 gol dan 16 assist.

Baca juga: Pernah Dilatih Shin Tae-yong, Pemain Bali United Ilija Spasojevic Puji Peningkatan Timnas Indonesia

Bali United menjadi klub yang paling banyak menerima kontribusi gol Spaso dibanding klubnya sebelumya di Liga 1 seperti Bhayangkara FC dengan 13 gol dan Persib Bandung dengan 5 gol.

Spaso juga pernah membawa Persib Bandung juara Piala Presiden tahun 2015, karena kompetisi di Indonesia yang tengah karut marut.

Saat itu Spaso hengkang ke klub malaysia, bahkan saat di Liga Super Indonesia (LSI), ia hanya bermain dua pertandingan karena kompetisi dibekukan oleh FIFA terhadap PSSI.

Namun kecintaannya kepada Indonesia membuat pemain naturalisasi ini kembali setelah sempat mencicipi karier di negara lain.

Sebelum bergabung dengan Bali United, Spaso juga membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 tahun 2017.

Selanjutnya, pemain berusia 36 tahun ini membawa Bali United juara dua musim beruntun atau Back to Back di tahun 2019 dan 2021/2022. 

Melihat catatan pencetak gol terbanyak Bali United, rekor Spaso tampaknya sulit tertandingi

Di bawah Spaso ada nama pemain yang sudah gantung sepatu Sylvano Comvalius dengan 37 gol dari 34 pertandingan bersama Bali United.

Torehan Spaso tentu tidak terlepas dari gaya permainan yang diterapkan Teco sehingga memanjakan pemain kelahiran Bar, Montenegro ini untuk melakukan finishing touch di area pertahanan lawan.

Baca juga: KATA Ilija Spasojevic usai Timnas Indonesia Kalahkan Kamboja di Piala AFF 2022: Kemenangan Penting

Selain itu,  juga tidak terlepas dari naluri atau insting tajam sang pemain sebagai seorang penyerang seperti halnya Spaso yang berperan sebagai target man. 

"Kalau penyerang itu cocok tidaknya tergantung pelatih, memilih penyerang seperti apa yang sesuai dengan gaya permainan Timnas Indonesia," kata Spaso di Gianyar, Bali, pada Jumat 16 Februari 2024

Siapapun pelatihnya, bila strategi yang diterapkan cocok dan sesuai kebutuhan tim, Spaso mengaku siap untuk dipanggil membela skuat Merah Putih. 

"Tapi kalau keinginan, saya selalu siap jika dipanggil lagi ke Timnas Indonesia,” ujar dia. 

Spaso juga sempat mengunggah di akun Instagram pribadinya dengan nada bercanda kepada Shin Tae-yong, karena, STY tidak menggunakan jasa Spaso seperti saat Piala Asia 2023 Qatar. 

"Satu-satunya "tugas negara" yang bisa saya lakukan selama Shin Tae-yong jadi pelatih Timnas Indonesia," tulisnya di akun Instagram pribadi Spaso.

"Bercanda aja coach @shintaeyong7777, you know I always support you and Timnas," sambungnya.

Meski mulai memasuki usia senja sebagai pesepakbola profesional, namun pemain kelahiran 11 September 1987 ini masih ingin terus membuktikan bahwa ia belum kehabisan 'bensin'.

Musim ini meski sang pemain beberapa kali harus tampil dari bangku cadangan, ia mengaku hal itu bukan menjadi masalah karena ia percaya dengan pelatih dan rekan se-tim. 

Spaso menerimua situasi musim ini yang beda baginya, akan tetapi pemain nomor punggung 9 itu bakal tetap mencurahkan 100 persen kemampuannya untuk Bali United.

Spaso yang berposisi sebagai striker murni ini musim-musim sebelumnya menjadi pencetak gol terbanyak di Bali United hingga predikat top scorer Liga 1 pun disandangnya.

"Musim ini memang berbeda dari musim sebelumnya. Tapi saya bermain sebagai pemain inti atau dari bangku cadangan, saya akan memberikan 100 persen untuk Bali United dan akan saya lanjutkan seperti ini," kata Spaso.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved