Berita Denpasar
Petugas Kebersihan Bekerja hingga Pukul 05.00 Wita Saat Pangerupukan, Terjunkan 1000 Petugas
Petugas Kebersihan di Denpasar Bekerja hingga Pukul 05.00 Wita Saat Pangerupukan, Sampah Meningkat 20 Persen, Terjunkan 1000 Petugas
Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Petugas kebersihan di Kota Denpasar berjibaku melalukan pembersihan sampah usai pelaksanaan pangerupukan.
Dimana petugas kebersihan ini bekerja hingga pukul 05.00 Wita atau satu jam sebelum Nyepi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup atau DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa saat dihubungi Selasa, 12 Maret 2024.
"Saat pengerupukan Tim DLHK bekerja sampai pukul 5 pagi. Dan pagi tadi dilanjutkan kembali," katanya.
Adapun fokus penanganan kebersihan tersebut yakni titik yang dipakai pawai ogoh-ogoh sejak 10 Maret hingga 11 Maret dini hari.
Beberapa titik tersebut utamanya di kawasan Catur Muka Denpasar hingga di kawasan simpang enam Denpasar.
Pihaknya pun menerjunkan kurang lebih 1000 petugas kebersihan dan 40 armada untuk melakukan pengangkutan sampah.
"Kami turunkan 1000 petugas yang tersebar di ruas-ruas jalan Kota dan titik lokasi parade. Dan itu pun belum tuntas saat itu sehingga dilanjutkan pagi tadi," imbuhnya.
Adapun sampah ini didominasi sampah bekas makanan yang dibawa oleh pengunjung termasuk plastik dan botol bekas makanan dan minuman kemasan.
Baca juga: Selama Nyepi Tutup 24 Jam, Kini Bandara Ngurah Rai Kembali Beroperasi
Ada juga bangkai ogoh-ogoh yang ditaruh di pinggir jalan dan ditinggalkan pengaraknya.
"Untuk peningkatan volume sampah ini kutang lebih 20 persen dari hari biasa. Mengingat juga sampah Kuningan belum tuntas tertangani saat itu," katanya.
Dimana setidaknya, petugas membersihkan dan mengangkut 900-1.000 ton sampah.
Dan pada dari hari biasa, jumlah pengangkutan berkisar diantara 800-850 ton/hari.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir jumlah sampah.
Selain itu, pemilahan sampah dari rumah tangga juga sangat penting sehingga mampu meminimalisir sampah menuju TPA. Selain juga untuk membatasi dan mengurangi penggunaan plastik.
“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi, membatasi penggunaan bahan plastik sekali pakai serta selalu membawa Tas Ramah Lingkungan yang bisa dipergunakan berkali-kali," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.