Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 15 Maret 2024 : Mengenakan Karakter Allah

Renungan Harian Katolik Jumat 15 Maret 2024 : Mengenakan Karakter Allah

Tayang:
Editor: Fenty Lilian Ariani
Freepik.com
Tuhan Yesus - Renungan Harian Katolik Jumat 15 Maret 2024 : Mengenakan Karakter Allah 

TRIBUN-BALI.COM -  Renungan Harian Katolik Jumat 15 Maret 2024 : Mengenakan Karakter Allah.

Renungan Harian Katolik Jumat 15 Maret 2024 : Mengenakan Karakter Allah, diambil dari bacaan Injil, Mazmur 34:17-18.19-20.21.23, Yohanes 7:1-2.10.25-30.

Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.

Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Yesus berjalan keliling Galilea; la tidak mau tetap tinggal di di sana orang-orang Yahudi membunuh-Nya.

Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, la pun pergi juga ke sana, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem berkata, “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?

Lihatlah, la berbicara dengan leluasa, dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa la adalah Kristus?

Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, padahal bila Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, la berseru, "Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal.

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku."

Mereka berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. 

Renungan

Keberadaan seseorang di tengah masyarakat tidak luput dari Kerracam-macam pertentangan.

Kenyataan ini terari karena manusia memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda-beda.

Mereka hadir dengan keunikannya masing- masing.

Hal ini terjadi pada Diri Yesus dalam kisah-Nya ketika dipertanyakan oleh banyak orang tentang siapakah Diri-Nya.

Kehadiran Yesus dengan sejumlah pertentangan, khususnya dalam hubungan dengan Kerajaan Allah mematahkan otoritas orang-orang yang berkuasa pada zaman-Nya.

Ia bahkan sering diancam untuk dibunuh dan akhirnya disiksa sampai mati di salib.

Beberapa orang Yerusalem yang ada bersama-sama dengan Dia di Galilea merasa risih dengan kehadiran Yesus, sampai-sampai mereka berkata "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?"

Yesus hadir dengan misi Allah dan disertai dengan karakter Allah.

Ia berpribadi Allah dengan mengenakan kebenaran yang membebaskan manusia dari belenggu kejahatan.

Hal ini bertentangan dengan karakter manusia yang jauh dari harapan Allah.

Manusia terlalu egois dengan segala tingkah lakunya yang dapat merugikan banyak orang.

Maka melalui Injil hari ini, kita semua disadarkan bahwa pertentangan akan muncul kalau kita mau tampil sebagai pembawa kebenaran di tengah umat atau masyarakat yang penuh dengan kejahatan.

Jika kita hadir dengan kebenaran, janganlah kita menghindar dari jalan kita. Kita perlu percaya bahwa Tuhanlah yang akan bekerja dalam diri kita saat pertentangan muncul karena kita berdiri untuk sebuah kebenaran.

Yesus dengan penuh kepastian telah menyatakan bahwa la datang dari Allah; hal itu dinyatakan dengan pengurbanan-Nya di kayu salib.

Demikian pun kita sekalian perlu menanamkan keyakinan tegas ini dalam diri kita.

Yesus selalu bersama dan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Kesadaran ini mesti selalu ditanamkan dalam diri, yaitu bahwa kita sedang mengenakan karakter Allah. [Fr. Gregorius Ture, O.Carm.]

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved