Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Harga Pangan Terus Naik Akibat Ekonomi Global Melambat

Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan I-2024 juga optimis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 68

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan I-2024 juga optimis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 68.

Di tengah risiko perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia diperkirakan dapat resilien pada tahun 2024 dengan ditopang oleh konsumsi masyarakat yang terjaga. 

Hal ini sejalan dengan inflasi yang masih dalam range target, konsumsi pemerintah yang meningkat akibat Pemilu 2024, dan investasi yang diperkirakan terus tumbuh seiring masih berjalannya pembangunan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca juga: SERBU Ramadhan! Promo KFC Maret 2024, Nikmati Paket MDL Chicken Combo Hanya Rp 30 Ribuan

Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu saat dihubungi Sabtu (23/3/2024) mengatakan ketidakpastian kondisi makroekonomi global menyebabkan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan I-2024 masih berada pada level pesimis yaitu sebesar 47, terutama disebabkan oleh perkiraan pelemahan nilai tukar dan peningkatan inflasi.

“Meski demikian, IKM sudah mengalami perbaikan yaitu meningkat menjadi 47 dari 43 pada triwulan IV-2023,” ucap Puji.

Baca juga: Katalog Promo JSM Hypermart Superindo Alfamart Besok 24-25 Edisi Ramadhan, Aneka Biskuit Diskon

Pada Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO), OJK juga menghimpun informasi terkait outlook ekonomi global dan Indonesia Tahun 2024 di mana ekonomi global pada tahun 2024 diperkirakan melambat seiring dengan ketidakpastian global akibat konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina yang berdampak pada kenaikan harga energi dan pangan.

Selain itu, perlambatan ekonomi Tiongkok juga menyebabkan harga komoditas terus melandai. Selanjutnya, potensi inflasi global yang masih relatif tinggi dapat menyebabkan The Fed untuk tidak lekas memangkas suku bunga namun cenderung untuk menurunkan secara bertahap.

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved