Bali United
Variasi Formasi Coach Teco Sukses Berjalan, Suporter Beri Tekanan Lawan, 3 Poin Pun Aman
Ada total 21 tembakan yang dilancarkan Bali United ke gawang Andritany namun yang on target hanya 5 tembakan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Laga panas tersaji dalam duel antara Bali United melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Sabtu 30 Maret 2024 malam.
Bali United berinisiatif tampil menyerang dengan menampilkan variasi formasi yang jarang diterapkan Pelatih Stefano Cugurra dengan praktis menggunakan hanya 2 bek murni, Elias Dolah dan Ricky Fajrin.
Luthfi Kamal yang berposisi gelandang bertahan kini ditarik ke belakang sektor kanan untuk membantu pertahanan, di sektor gelandang dan lini depan Teco menurunkan lebih banyak pemain cepatnya.
Ada nama 3 winger diturunkan Yabes Roni, M. Rahmat, dan Rahmat Arjuna yang dipasang ditopang Mohammed Rashid dan Kadek Agung Widnyana yang berposisi gelandang murni.
Baca juga: 2 Keputusan Kontroversi Penalti di Laga Bali United vs Persija, Ini Sosok Wasit Armyn Dwi Suryathin
Di lini depan Jefferson de Assis menjadi target man ditopang Eber Bessa.
Bali United pun tampil mendominasi sejak menit awal melalui inisiatif serangan, dengan menguasai permainan 52 : 48 persen ball possesions atas Persija Jakarta.
Ada total 21 tembakan yang dilancarkan Bali United ke gawang Andritany namun yang on target hanya 5 tembakan, Persija meski tembakan ke gawang hanya 9 namun terdapat 4 tembakan yang on target.
Lagi-lagi Bali United beruntung memiliki penjaga gawang setangguh Adilson Maringa yang menghalau 4 tembakan ke gawang peluang berbahaya tersebut sehingga Bali United terhindar dari kebobolan.
Sepanjang laga, permainan berlangsung dengan keras dan tensi tinggi, Bali United pun harus bermain dengan 10 orang saat Luthfi Kamal mendapat kartu kuning kedua.
Namun Serdadu Tridatu tampil puputan malam itu, meski bermain 10 orang, Bali United bak tak kekurangan pemain dengan menjaga soliditas dan kedalaman.
"Pertandingan tidak mudah, kami main 10 pemain, kami hampir kalah, Maringa bisa antisipasi penalti menit terakhir, akhirnya kami menang main dengan 10 pemain tidak mudah, Persija tim punya banyak pemain bagus di sana, pertanidngan seru," ujar Teco usai laga.
Disinggung mengenai variasi formasinya, Coach Teco menuturkan bahwa memang formasi ini disiapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi Persija Jakarta di mana dua pemain yang dikunci Teco adalah Ryo Matsumura dan Marko Simic.
"Kami punya waktu lebih buat latihan, buat pertandingan ini, kami setelah lawan RANS punya waktu cukup buat punya varisasi taktikal," ujarnya.
"Kami lihat lawan-lawan punya dua pemain di depan kualitas pemain Jepang (Ryo Matsumura,-Red) sama Simic, kami pasang 3 di belakang matikan pergerakan mereka dengan bagus, tapi setelah Luthfi dapat kartu merah harus berubah strategi di pertandingan, kami gunakan 4-4-1, pemain kerja keras sesuai taktik tim," jabarnya.
Tak lupa, Teco mengapresiasi suporter Bali United yang hadir dalam jumlah yang lebih banyak dari laga -laga biasanya yang rata-rata penonton hanya 3-5 ribu penonton, kali ini menembus di atas 9 ribu penonton sama seperti saat laga melawan Borneo FC dan Persib Bandung yang menjadi 3 laga kandang penonton terbanyak di Stadionn Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali, meskipun masih cukup jauh di bawah kapasitas yang bisa mencapai 15 ribu penonton.
Laga mengahadapi Persija Jakarta dihadiri lebih banyak suporter yang memberikan suntikan semangat bagi pemain Bali United yang benar-benar dibuktikan di arena pertandingan.
"Yang penting kami harus terima kasih sama suporter yang datang hari ini di stadion, mereka benar-benar kasih semangat buat pemain," ungkap Teco. (*)
Kumpulan Artikel Bali United
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.