Sponsored Content
Cara PT. Iambeu Mina Utama Jaga Habitat Perairan, Tebar Ribuan Ikan di Gerokgak
Ribuan benih ikan ditebar di Muara Kampung Bandeng Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ribuan benih ikan ditebar di Muara Kampung Bandeng Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
Kegiatan yang diinisiasi PT. Iambeu Mina Utama ini sebagai contoh untuk masyarakat agar peduli dengan kelestarian habitat ikan dengan cara swadaya.
Direktur PT. Iambeu, I Gusti Arya Eman Himawan mengatakan, kegiatan penebaran ikan yang dikenal dengan istilah restocking atau pengayaan stock dilakukan agar ada keberlangsungan usaha pemanfaatan sumber daya ikan.
Ia katakan, kelestarian sumber daya ikan harus tetap diipertahankan.
Pihaknya ingin melestarikan keanekaragaman sumber daya ikan serta meningkatkan produksi ikan guna pemenuhan gizi masyarakat.
"Kami ingin memberikan contoh untuk mengawali kemandirian dari masyarakat di sekitar lokasi perairan umum untuk melakukan kegiatan penebaran sendiri secara swadaya," ujar Gusti Arya Eman Himawan.
Baca juga: Jadwal Odalan Di Berbagai Pura yang Ada Bali dan Luar Bali Pada Bulan Mei 2024 Sesuai Kalender Bali
"Ini saya harap nantinya bisa dilakukan secara berkelanjutan dan mendapat banyak manfaat. Kegiatan ini sudah kami laksanakan dari tahun 2021" sambung Gusti Arya saat memberi keterangan di kantornya, Jalan Bypass Ngurah Rai No.17. Br Pesanggaran, Denpasar Selatan.
Kegiatan yang bertema "Percontohan Pendederan Kakap Putih dan Bandeng di Muara Kambas (Kampung Bandeng Sanggalangit)" itu melibatkan sejumlah pihak.
Selain warga, ada Kepala Desa, Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng, Perusahaan Swasta (PT. Iambeu Mina Utama), CV. Putra Bahari Milkfish Bali, Balai Besar Riset Budidaya Laut Gondol.
Benih ikan yang ditebar antara lain benih ikan kakap ukuran 3 cm (dalam jaring happa) sebanyak 1.000 ekor, dan benih ikan bandeng ukuran 1 cm (dalam kolam) sebanyak 5.000 ekor.
Diharapkan kegiatan ini bisa ditiru dan dilanjutkan oleh masyarakat sekitar secara swadaya.
(*)