Berita Bali
Pelabuhan Benoa Bali Dipilih Jadi Pelabuhan Sehat, Gilimanuk dan Padang Bai Menyusul
Adapun aspek-aspek utama yang dinilai untuk menjadi Pelabuhan Sehat, yang meliputi sampah, air dan tempat pangan harus bersertifikat layak sehat.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kerap menjadi tempat bersandarnya kapal pesiar atau cruise berukuran besar, Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali dipilih menjadi Pelabuhan Sehat.
Pemberian kategori Pelabuhan Sehat ini berdasarkan aspek-aspek kesehatan yang diperhatikan demi keselamatan pengunjung Pelabuhan.
Dr. Anak Agung Ngurah Kesumajaya, SP., MPH selaku Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar mengatakan diharapkan setiap Bandara dan Pelabuhan yang ada di Indonesia ini bisa mendapatkan kategori Bandara atau Pelabuhan Sehat.
“Yang pertama kita lakukan adalah penyelenggaraan penyehatan lingkungan. Bahwa lingkungan Pelabuhan Benoa ini harus bisa terjamin kesehatan untuk client, pengunjung yang hadir di sini termasuk juga pelaku usaha yang ada di sini juga perusahaan-perusahaan untuk tuna harus diperhatikan,” kata Kesumajaya di Rapat Koordinasi dan Jejaring Kerja Pelabuhan Sehat, Selasa 21 Mei 2024.
Baca juga: Lakukan Pengamanan Semasa WWF di Bali, TNI AL Terjunkan 11 Kapal Perang di Pelabuhan Benoa
Institusi yang ada di Pelabuhan Benoa wajib memperhatikan kesehatan tenaga kerja yang meliputi lingkungan, udara, tempat kerja.
Adapun aspek-aspek utama yang dinilai untuk menjadi Pelabuhan Sehat, yang meliputi sampah, air dan tempat pangan harus bersertifikat layak sehat.
Menurut Kesumajaya, Pelabuhan Benoa harus di goal-kan menjadi pelabuhan internasional sehat 2024.
Sebab, banyak wisatawan asing yang masuk melalui Pelabuhan Benoa.
Dan semua Pelabuhan yang ada di Bali seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai dapat menyusul memperoleh predikat Pelabuhan Sehat.
Sementara itu, Fariz Hariyoso selaku Sub Regional Head PT Pelindo Bali Nusra mengatakan selama ini Pelabuhan Benoa hanya bersandar untuk menurunkan penumpang.
Ia berharap ke depannya, Pelabuhan Benoa dapat menjadi Hub di Australia dan Singapore, karena ini dapat mendongkrak ekonomi makro bagi masyarakat Bali.
Pelindo Bali Nusra juga mencatatkan jadwal rencana kunjungan kapal pesiar tahun 2024 yakni diperkirakan berjumlah 67 kapal.
“Kalau selama ini kapal hanya sandar turunin penumpang. Sudah ada tiga kapal ada yang sandar. Kita ingin Pelabuhan Benoa menjadi Hub di Australia dan Singapore sudah jalan beberapa kapal yang saya sampaikan tadi, jadi ini berdampak makro ekonomi bagi masyarakat Bali,” ucap, Fariz.
Sedangkan Dian Minarto, SE., MM selaku Kepala Seksi Lalu Lintas Laut KSOP Pelabuhan Laut Benoa menjelaskan, dari sisi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai regulator di Pelabuhan mendukung Pelabuhan Sehat dalam hal terkait regulasi. Struktur organisasi juga akan dibentuk.
“Kita support karena Pelabuhan Benoa merupakan Bali Maritim Tourism Hub memang sebagai pusat pariwisata kapal pesiar, sehingga bisa menciptakan Pelabuhan Sehat dan bisa meningkatkan kunjungan-kunjungan kapal pesiar. Di area Pelabuhan ada klinik di bawah karantina kesehatan kita punya 1 dokter 3 perawat dan ada klinik dari Jalan Pulau Moyo, Denpasar ada ambulance untuk emergency. Setiap ada kapal ada antisipasi dari tim medis,” ujar Dian.
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Rapat-Koordinasi-dan-Jejaring-Kerja-Pelabuhan-Sehat-Selasa-21-Mei-2024.jpg)