Arti Mimpi

ARTI MIMPI Digigit Hewan Bertaring, Waspada Bisa Jadi Tanda Terkena Ilmu Hitam, Ini Penjelasannya!

Simak penjelasan Jero Balian Bayu, yang kini lebih dikenal sebagai balian pengobatan online.Tentang arti mimpi digigit hewan bertaring.

Pixabay
Jero Bayu menambahkan, seperti mimpi bertemu ular yang konon dikaitkan dengan bertemu jodoh. Namun hal tersebut tidak akan baik, apabila ular itu berusaha untuk menggigit. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners, apakah kalian pernah mimpi digigit hewan bertaring?

Jika pernah, maka waspadalah sebab arti mimpi ini cukup membahayakan lho. 

Lalu seperti apa makna mimpi digigit hewan bertaring?

Simak penjelasan Jero Balian Bayu, yang kini lebih dikenal sebagai balian pengobatan online.

Baca juga: BAHAYA! 10 Arti Mimpi Tentang Darah, Hati-hati Komunikasi dengan Orang Lain, Tapi Ada Pertanda Baik

Baca juga: 10 FAKTA Tentang Arti MImpi, Ternyata Bukan Hanya Manusia yang Bermimpi, Simak Penjelasannya!

Jero Balian Bayu (kiri) saat ulasan dalam program acara Bali Sekala-Niskala di YouTube Tribun Bali, Jumat 19 November 2021 pukul 18.00 WITA.
Jero Balian Bayu (kiri) saat ulasan dalam program acara Bali Sekala-Niskala di YouTube Tribun Bali, Jumat 19 November 2021 pukul 18.00 WITA. (Tribun Bali/AA Seri Kusniarti)

Balian yang juga berprofesi sebagai binaragawan ini, menjelaskan bahwa saat pasien berobat padanya.

Maka harus ada sarana air, api, dan beberapa hal lainnya. Tentu saja sarana ini membantu dalam proses pengobatan yang dilakukan oleh Jero Balian Bayu.

Salah satu contohnya, adalah air kelapa dan dupa saat proses pengobatannya.

Namun sebelum itu, Jero Bayu akan mengecek si pasien. Melihat apakah benar si pasien sakit non medis atau medis.

Apabila si pasien sakit medis, maka Jero Balian Bayu tidak segan-segan mengatakan agar si pasien segera berobat ke dokter atau ahli medis.

Namun apabila sakitnya memang sakit non medis, maka Jero Balian Bayu akan membantu si pasien dan berupaya hingga si pasien sembuh.

Jero Bayu juga menjelaskan, bener ciri-ciri yang dapat membedakan penyakit medis atau non medis.

"Seperti mimpi buruk, seperti dicari oleh orang yang almarhum. Mimpi di kuburan, lalu mimpi dicari oleh hewan bertaring, seperti ular, anjing, dan kelelawar. Nah itu bisa terindikasi atau terdampak dari unsur ilmu hitam," jelasnya.

Ada pula, kata dia, penyakit aneh yang datang atau kambuhnya menjelang sandya kala, atau bahkan malam hari.

Sehingga mengganggu jam istirahat si pasien. Yang tentu saja jika dibiarkan lambat laun, akan menjadi gangguan pada tubuh dan fungsi organnya.

Jero Balian Bayu saat mengobati pasien.
Jero Balian Bayu saat mengobati pasien. (Dok. Jero Bayu)

"Semisal terkena cetik cerongcong polo, maka akan menyebabkan sakit kepala hebat pada waktu tertentu semisal saat memasuki sandya kala," sebut putra dari Jero Balian Putu Robinson ini.

Alasannya, pada waktu-waktu tersebut atau waktu peralihan unsur bhuta naik. Sehingga penyakit dari ilmu magic aman aktif.

"Maka dari itu, Agama Hindu mengajarkan untuk puja Trisandya agar dilakukan pada waktu-waktu peralihan seperti jam 6 pagi, jam 12 siang, jam 6 sore, hingga jam 12 malam," sebut Jero Bayu.

Maka dari itu, umat Hindu disarankan melakukan puja Trisandya agar terhindar dari marabahaya. Termasuk bahaya dari ilmu hitam atau unsur niskala dengan energi negatif.

Jero Bayu menambahkan, seperti mimpi bertemu ular yang konon dikaitkan dengan bertemu jodoh. Namun hal tersebut tidak akan baik, apabila ular itu berusaha untuk menggigit.

Maka sudah bisa dipastikan, ular itu pertanda yang tidak baik atau pertanda sebuah penyakit. "Kalau sudah digigit, dililit, maka konotasi mimpi ular itu sudah negatif," tegasnya.

Jika si pasien ingat hari apa dia bermimpi buruk, dan bahkan ingat waktu atau jam dari mimpi tersebut.

Maka akan kian memudahkan Jero Balian Bayu untuk menganalisa penyakit dari si pasien.

Sementara itu, untuk memastikan seseorang terkena cetik atau bebai maka harus dicek secara langsung dan dipastikan sendiri oleh Jero Balian Bayu.

Sedikit penjelasan mengenai cetik, terdiri dari tiga macam. Diantaranya adalah zat padat, zat cair, dan dari sarana angin.

"Nah yang berbahaya itu adalah apabila dari sarana angin. Sebab biasanya bisa dikirim dari jarak jauh," ucapnya. Sementara untuk bebai, sarananya menggunakan roh dari bayi yang meninggal.

Atau roh dari orang yang meninggal salah pati dan ulah pati. "Semisal orang kecelakaan darahnya diambil dan dijadikan sarana untuk bebai," jelasnya. Dibubuhi puja mantra dengan energi bersifat negatif, untuk menyakiti seseorang.

Untuk pengobatan pasien yang terkena cetik atau bebai, proses pengobatan akan dilakukan oleh Jero Balian Bayu. Baik dengan bertemu secara langsung ataupun secara online via video call. "Untuk obatnya tentu berbeda," tegasnya.

Dalam mengatasi atau mengobati pasien yang terkena cetik. Jero Balian Bayu akan memohon anugerah kepada Dewa Brahma. Agar diberikan kesembuhan dalam pengobatannya.

Selain itu, Jero Bayu akan memberitahu si pasien agar menghindari makanan tertentu sehingga penyakitnya cepat sembuh. Kemudian mengonsumsi obat atau makanan yang sesuai untuk penyembuhan. (ask)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved