MotoGP
Fabio Quartararo: Yamaha Siap Saingi KTM dan Aprilia Lewat Pembaruan Berkelanjutan Motor Mereka
MotoGP Yamaha kini memiliki akses ke konsesi teknis yang memberikan kebebasan luar biasa untuk melakukan pembaruan berkelanjutan pada motor mereka.
Penulis: I Made Wira Adnyana Prasetya | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
TRIBUN-BALI.COM – Dalam dunia MotoGP, Yamaha kini memiliki akses ke konsesi teknis yang memberikan kebebasan luar biasa untuk melakukan pembaruan berkelanjutan pada motor mereka.
Hal ini mengaburkan batas antara motor saat ini dan model tahun depan.
Fabio Quartararo, pembalap andalan Yamaha, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah memberikan aliran pembaruan yang terus-menerus untuk M1.
"Dengan adanya konsesi ini, kami tidak terlalu memikirkan tahun depan," kata Quartararo.
"Anda bisa membuat peningkatan setiap bulan jika memiliki suku cadangnya karena kami sekarang memiliki kebebasan untuk mengubah spesifikasi mesin kami."
Peningkatan signifikan berikutnya yang ditunggu-tunggu adalah pengenalan spesifikasi mesin yang telah direvisi untuk kedua kalinya, yang mengesankan Quartararo dan rekan setimnya, Alex Rins, selama tes pribadi di Valencia.
Mesin spesifikasi baru pertama sudah diberikan untuk Assen, tetapi spesifikasi kedua dikatakan memberikan manfaat yang lebih besar.
"Kami mencoba dua mesin, satu yang kami miliki sejak Assen dan satu lagi yang akan datang di masa depan. Mesin yang satu lagi bekerja lebih baik, jadi ini akan sangat positif," ujar Quartararo.
Baca juga: Pembalap KTM: Acosta, Binder, dan Miller Alami Penurunan Disebabkan Racikan RC16 yang Kurang Tepat
Baca juga: Info Live Stream MotoGP Inggris di Indonesia, Aleix Espargaro Memilih Menjadi Test Rider Honda 2025
Daftar mesin MotoGP menunjukkan bahwa Quartararo membuka mesin baru di Assen, kemudian mendapatkan mesin baru lainnya di Sachsenring, dan balapan dengan versi yang sama di Belanda.
Mesin baru tersebut tampaknya meningkatkan kelincahan dan kemampuan menikung, namun belum mampu meningkatkan grip secara signifikan, membuat Quartararo merasa performa maksimal belum tercapai dengan ban baru di Jerman.
"Balapannya jauh lebih baik dari yang kami harapkan, tetapi kami kehilangan banyak di awal dengan ban baru," katanya.
Quartararo menyelesaikan balapan MotoGP Jerman 20 detik lebih cepat dibanding tahun lalu, namun masih tertinggal 17 detik dari pemenang Ducati, Francesco Bagnaia.
Meskipun begitu, Quartararo merasa kemajuan telah dibuat dalam mengejar ketertinggalan dari merek Eropa lainnya.
"Sejak Max [Bartolini] datang, tim banyak berubah," jelas Quartararo.
"Kami mencoba banyak hal. Kami memulai musim sangat jauh dibandingkan dengan pabrikan Eropa, tapi saya merasa kami semakin mendekat. Tidak benar-benar ke Ducati, tapi ke Aprilia dan KTM."
ITDC Mulai Lakukan Persiapan Untuk MotoGP Mandalika 2025, Akan Hadirkan Sesuatu yang Baru |
![]() |
---|
Franco Morbidelli Gabung Bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team Untuk MotoGP 2025 |
![]() |
---|
Minggu Ini Jadwal Balapan Utama MotoGP Inggris, Prediksi Jadi Kemenangan Beruntun ke 5 Bagi Bagnaia |
![]() |
---|
Marquez Tidak Pernah Sekalipun Kalah dari Rekan Satu Timnya, Apakah Berlaku Dengan Bagnaia di 2025? |
![]() |
---|
Klarifikasi Nicolo Bulega saat Disrempet Marc Marquez di Tikungan Terakhir Gelaran World Ducati Week |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.