Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 66 67, Ayo Berlatih: Diskusi Bidang Usaha dan Jasa

Berikut kunci Jawaban dan pembahasan soal mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA halaman 66 67, Ayo Berlatih.

|
Buku Pdf Bahasa Indonesia
Cover Buku Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum Merdeka - Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 66 67, Ayo Berlatih: Diskusi Bidang Usaha dan Jasa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berikut kunci Jawaban dan pembahasan soal mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA halaman 66 67, Ayo Berlatih.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 66

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 67

Artikel ini akan memudahkanmu dalam mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia.

Mengerjakan soal Bahasa Indonesia SMA tak sulit lagi dengan ulasan ini.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 62 64, Tugas: Gaya Bahasa Novel Sejarah

Berikut kunci jawaban mapel bahasa Indonesia kelas 12 yang berhasil dirangkum TribunBali dari berbagai sumber,

Di halaman ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait materi Kegiatan 1 terkait Kebahasaan Teks dalam Novel Sejarah.

Ini kunci jawaban dan pembahasan soal lengkapnya.

Cek ulasan selengkapnya di sini.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 66 67

Soal Halaman 66

Diskusilah dengan kelompok kalian untuk mendiskusikan bidang usaha (produk atau jasa) yang akan disiapkan. Ingatlah bahwa pada dasarnya tidak ada ide yang buruk. Ide usaha atau bisnis dapat kalian temuka dari permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sebagai contoh, gagasan Tazkira Turahman dan Wa Ode Mayuni membuat sabun berbahan rempah-rempah bermerk Sosofi. Mereka berpendapat bahwa kulit cantik tak harus putih, yang penting alami dan sehat.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 66

Ide Usaha

Setelah berdiskusi dengan anggota kelompok, kami memutuskan untuk membuka usaha jasa desain grafis. Kami melihat bahwa minat masyarakat terhadap desain grafis semakin meningkat, terutama di kalangan milenial. Desain grafis dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembuatan logo, poster, brosur, kartu nama, dan sebagainya.

Kami juga melihat bahwa masih banyak orang yang belum memiliki keterampilan desain grafis. Mereka membutuhkan jasa desain grafis untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, kami yakin bahwa usaha jasa desain grafis ini memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 54 55 Ayo Berlatih: Teks Hikayat

Kriteria Ide Usaha

Dalam diskusi kelompok, kami mempertimbangkan beberapa kriteria ide usaha, yaitu:

Permintaan
Apakah ada permintaan yang cukup besar untuk produk atau jasa tersebut?

Solusi
Apakah produk atau jasa tersebut dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada?

Keahlian
Apakah kita memiliki keahlian atau pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan usaha tersebut?

Peluang
Apakah usaha tersebut memiliki peluang untuk berkembang?

Contoh Usaha Sejenis

Berikut adalah beberapa contoh usaha jasa desain grafis yang sudah ada:

Desain Grafis
Dunia Desain
Desain Grafis Indonesia
Design Factory
Digimark
Langkah Selanjutnya

Setelah menentukan ide usaha, kami akan melakukan riset lebih lanjut untuk mempelajari lebih lanjut tentang usaha jasa desain grafis. Kami juga akan membuat rencana bisnis untuk menentukan strategi dalam menjalankan usaha.

Soal Halaman 67

Latihan

Untuk meningkatkan pemahamanmu tentang nilai-nilai dalam novel sejarah, bacalah dengan saksama kutipan novel sejarah berikut ini (Judul: Pangeran Diponegoro), kemudian tentukan nilai yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51 52, Kurikulum Merdeka: Memahami Arti Kata

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 67

Nilai-Nilai dalam Novel Sejarah Pangeran Diponegoro

1. Nilai Moral:

"”Hm.” Jan Willem van Rijnst menerka-nerka ambisi Danurejo di balik pernyataan yang kerang-keroh itu. sambil menatap lurus-lurus ke muka Danurejo, setelah membagi arah pandangannya kepada Raden Mas Sunarko yang sangat tolek, Jan Willem van Rijnst berkata dalam hati, “Al wie kloekzinnig is, handelt met wetenschap, maar een zot breidt dwaasheid uit. Deza kakkerlak verwach zeker een goede positie, zodat hij mogelijk corruptie kan doen” (yang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tapi yang bebal membeberkan ketololannya. Kecowak ini pasti berharap kedudukan yang memungkinkan baginya bisa melakukan korupsi)."

Nilai moral dalam kutipan tersebut adalah orang yang cerdik akan bertindak dengan pengetahuannya, tetapi yang bebal akan mengumbar kebodohannya.

2. Nilai Budaya:

Nilai kebudayaan dalam novel Pangeran Diponegoro terlihat melalui beberapa kalimat di antaranya penggunaan kata-kata bahasa jawa seperti, sugeng, tolek, wisesa ruhani dll.

Kemudian, disebutkan juga kelebihan bangsa Jawa adalah sangat peka terhadap suara hati.

Terdapat juga penyebutan kata wayang dan tembang macapat yang merupakan piranti kebudayaan kesenian.

3. Nilai Sosial:

"Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa Jawa.

”Sugeng”, kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris bengkok seperti udang rebus. Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk."

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 62 64, Tugas: Gaya Bahasa Novel Sejarah

Nilai sosial dalam kutipan novel pangeran Dipongero tersebut yakni ketika terjadi interaksi di antara dua orang dengan latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda, melakukan pertemuan dan dialog.

Selain itu, tampak pada sikap Danurejo II yang tetap menghormati dan bersikap dengan ramah dan sopan kepada van Rijnst meski merupakan musuh dari Sultan Hamengkubuwono II, begitu pula dengan van Rijnst yang sangat peduli dengan tata krama dalam menyambut tamunya dengan baik.

4. Nilai Ketuhanan/Religi:

"Terlebih dulu mestilah dibilang, bahwa Jan Willem van Rijnst adalah seorang oportunis bedegong. Asalnya dari Belanda tenggara. Lahir di Heerlen, daerah Limburg yang seluruh penduduknya Katolik. Tapi, masya Allah, demi mencari muka pada pemegang kekuasaan di Hindia Belanda, sesuai dengan agama yang dianut oleh keluarga kerajaan Belanda di Amsterdam sana yang Protestan bergaris kaku Kalvinisme, maka dia pun lantas gandrung bermain-main menjadi bunglon, membiarkan hatinya terus bergerak-gerak sebagaimana air di daun talas."

Nilai ketuhanan yang dimunculkan pada kutipan tersebut adalah latar belakang agama van Rijnst yaitu Katolik dan Protestan. Kemudian, disebut juga agama Hindu Buddha dan Islam.

Disclaimer: 

Itu dia kunci jawaban dan soal ulasan bahasa Indonesia kelas 12.

Pembahasan dan kunci jawaban ini hanya digunakan sebagai panduan belajar siswa.

Siswa diharapkan untuk mengerjakan soal terlebih dahulu secara mandiri. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved