Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Pemkab Jembrana Perbaiki Sekolah Rusak Secara Bertahap, Disdikpora Masih Lakukan Pendataan

Kabid Pembinaan SD, Disdikpora Jembrana, Nyoman Koriawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kondisi sekolah khususnya jenjang

Tayang:
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Sekolah rusak di Jembrana Bali 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pemkab Jembrana bakal melakukan perbaikan atau revitalisasi secara bertahap sekolah yang masuk dalam kategori rusak pada 2025 mendatang. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana sedang melakukan pendataan serta penghitungan saat ini. Harapannya, seluruh bangunan yang perlu perbaikan akan diakomodir lewat DAU. 

Kabid Pembinaan SD, Disdikpora Jembrana, Nyoman Koriawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kondisi sekolah khususnya jenjang Sekolah Dasar di Jembrana. Secara umum, ada puluhan sekolah yang telah mengajukan usulan perbaikan di tahun 2025 mendatang. 

"Sampai saat ini kita sudah melakukan survei di puluhan sekolah. Namun masih pembahasan untuk kelanjutannya," kata Koriawan saat dikonfirmasi, Rabu 11 Desember 2024. 

Dia menyebutkan, proses perbaikan atau renovasi sekolah yang masuk kategori rusak akan diperbaiki secara bertahap. Mulai dari kategori rusak berat, sedang hingga ringan. Ia berharap nantinya anggaran mencukupi sehingga proses perbaikan bisa mengakomodir sebanyak-banyaknya. 

"Astungkara nanti bisa diakomodir. Kami masih menunggu kepastian anggarannya untuk selanjutnya melakukan perbaikan secara bertahap," harapnya. 

Sebelumnya, jajaran Komisi I DPRD Jembrana menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah di Jembrana, belum lama ini. Hasilnya, dewan justru menemukan sejumlah sekolah yang kondisinya perlu perbaikan. Bahkan, sejumlah sekolah juga mengaku telah melakukan usulan sejak beberapa tahun lalu namun belum ditindaklanjuti hingga saat ini.

Pihak DPRD mengakui bakal segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemecahan masalahnya. Sebab, pengakuan pihak sekolah yang mengalami kerusakan, sejatinya telah melakukan pengusulan perbaikan. Bahkan, ada sekolah yang pengusulannya telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Hanya saja, hingga saat ini realisasinya masih belum dilakukan pihak terkait. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved