Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Tumbang di Semarang, Bali United Lupa Cara Menang? Teco dan Gilbert Senada Babak Pertama jadi Kunci

Bali United menambah jumlah puasa kemenangan sejak pekan ke 10 lalu, atau sudah 4 pertandingan tanpa poin penuh usai kalah atas PSIS Semarang.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
ist
Bali United menelan kekalahan 2-1 atas PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang, pada Rabu 11 Desember 2024 malam. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARANG - Bali United menambah jumlah puasa kemenangan sejak pekan ke 10 lalu, atau sudah 4 pertandingan tanpa poin penuh setelah di pekan ke 14 Liga 1 juga digulingkan PSIS Semarang.

Sejak bulan November 2024 hingga pertengahan bulan Desember ini tampaknya bukan bulan yang baik bagi Serdadu Tridatu yang kini kembali menelan kekalahan 2-1 atas tim tuan rumah di Stadion Jatidiri Semarang, pada Rabu 11 Desember 2024 malam. 

Kebobolan dua gol di babak pertama tampaknya cukup menurunkan mental skuad Bali United yang masih gagal untuk menyamakan kedudukan atau bahkan mengembalikan kedudukan di babak kedua. 

Dua gol kemenangan PSIS Semarang dikemas oleh Evandro Brandao pada menit ke-27 dan Tri Setiawan pada menit ke-45+2.

 

Skuad asuhan Stefano Cugurra baru bisa membalas satu gol melalui Everton Nascimento pada menit ke-81 melalui hadiah titik putih penalti. 

"Masalah dari babak pertama kita sudah kalah 2-0, kita di babak kedua lebih all out buat kejar 2-0, kita cetak 1 gol tidak cukup buat minimal seri di sini," kata Teco usai laga. 

Sementara itu, Pemain Bali United, Komang Tri Arta Wiguna menyampaikan bahwa tim harus segera bangkit dan fokus menghadapi tim papan atas Persija Jakarta jika tak ingin tanpa kemenangan 5 kali beruntun. 

"Pertandingan bagus jual beli serangan, kita kalah harus cepat on, fokus pertandingan selanjutnya," ungkapnya.

Di lini media sosial, rentetan hasil minor ini semakin membuat suporter bergejolak karena tidak puas dengan hasil kinerja sang pelatih Teco yang dinilai masih monoton dalam skema permainan atau belum ada yang segar dari strateginya sehingga mudah dibaca lawan.

Baca juga: Bali United Lelah Kalah, Teco dan Kenzo Nambu Gelorakan Kebangkitan Lawan PSIS Semarang

Menilik pada sebuah klausul musim lalu antara manajemen, pelatih dan suporter, apabila Bali United tidak meraih kemenangan secara beruntun dalam 6 pertandingan atau kalah secara beruntun dari 3 pertandingan maka Teco harus segera angkat kursi dari jabatan pelatih kepala. 

Di lain sisi, Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius menuturkan, bahwa skuad asuhannya yang mampu tampil dominan di babak pertama menjadi kunci kemenangan meski di babak kedua sempat tertekan. 

"Babak pertama pemain kami bermain lebih bagus, seharusnya bisa lebih banyak cetak gol, sesuai dengan yang kami rancang, saya senang kembali ke Jatidiri, babak kedua di bawah tekanan, ada 15-20 menit di bawah tekanan Bali United tapi tetap kami mendapat 3 poin di kandang," ungkap Gilbert Agius

Gilbert Agius menyampaikan bahwa dirinya memang sedikit merubah formasi khususnya di lini depan yang efektif diterapkan di dua pertandingan terakhir menghadapi dua klub raksasa Borneo FC dan Bali United.

"Kami sedang mengubah sedikit apa yang menjadi plan di lini depan, menggeser Gali dan Evandro, berhasil di pertandingan melawan Borneo dan kali ini Bali United, sesuai dengan rencana," bebernya. 

Sementara itu, Pemain PSIS Semarang, Tri Setiawan mengatakan bahwa ingin terus melanjutkan tren positif yang sudah diraih ini dengan tidak terkalahkan di 4 pertandingan terakhir. 

"Kami mendapat 3 poin di kandang Jatidiri, ini jadi tren positif di pertandingan selanjutnya, berkat kerjasama tim dan arahan dari pelatih," ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved