Denpasar Festival
Dibuka Esok, Denfest ke-17 Diikuti 190 UMKM, Libatkan Ratusan Seniman Bali
festival tahunan ini kali ini juga mengajak penyandang disabilitas untuk menampilkan usaha yang dimiliki.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Denpasar Festival (Denfest) tahun 2024, digelar 22 - 25 Desember, yang merupakan pelaksanaan ke-17.
Untuk Denfest tahun ini mengangkat tema ‘Ngarumrum Kerta Langu atau Kilau Denpasar’ dengan makna yang kaya untuk menjadi lebih baik.
Diharapkannya Denfest tidak hanya dijadikan kegiatan rutin tapi membawa daya tarik masyarakat untuk hadir.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Putu Riyastiti mengatakan, ada 190 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ikut serta dalam Denfest tahun ini.
Baca juga: DENFEST Digelar 4 Hari, Dishub Siapkan Rekayasa Lalulintas, Jalah Gajah Mada & Veteran Ditutup Total
Jumlah tersebut terdiri dari 84 jenis kuliner dan 96 kriya termasuk fashion di dalamnya, serta beberapa tambahan stand lainnya.
Selain itu, festival tahunan ini kali ini juga mengajak penyandang disabilitas untuk menampilkan usaha yang dimiliki.
"Kami ingin agar Denfest menjadi festival inklusif yang semua kalangan dapat ikut serta di dalamnya," kata Riyastiti.
Pelaksanaan Denfest ini didukung oleh 30 grup musik dan 450 orang untuk pendukung pementasan budaya.
Penampilan ini di antaranya terdapat pementasan Tari Kathak dari Konsulat Jenderal India serta Tari Seka Kamoro, Mimika, Papua Tengah.
Berbagai macam acara interaktif turut mengisi rangkaian acara di Denfest, di antaranya workshop dan lomba fotografi, parade merangkai bunga, parade ngelawar.
Denfest dibuka dengan pagelaran inagurasi di Kawasan Catur Muka pada pukul 18.30 WITA yang mengambil konsep Surya Candra yang menjadi representasi tema Ngarumrum Kerta Langu.
Konsep ini diformat dalam bentuk pawai yang melibatkan lebih dari 500 peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa dengan bentuk penampilan atraksi yang diawali dengan karnival, berlanjut dengan pawai teruna teruni, gong suling, janger, dan Tari Baris.
Akhir pementasan akan ada permainan obor yang menjadi titik cahaya yang nantinya akan diambil oleh penari dari Komunitas Naluri Manca yang akan membawa cahaya tersebut penampilan dengan konsep glow in the dark.
Simbolisasi bola kristal yang diberikan oleh penari kepada Wali Kota Denpasar akan menjadi penanda dibukanya perayaan Denpasar Festival ke-17.
Dengan pelaksanaannya yang cukup lama ini, diharapkan bisa semakin mapan atau sempurna serta terpenting bisa memberikan manfaat yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kami ingin agar makin dewasa pelaksanaannya semakin sempurna, dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat kita Denpasar dan Bali lebih baik lagi. Karena setiap pelaksanaan Denfest ini tidak hanya masyarakat Denpasar saja yang berkunjung tapi Bali,” kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa. (*)
Kumpulan Artikel Denfest
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Persiapan-pelaksanaan-Denfest-ke-17.jpg)