Tahun Baru 2025
SAMPAH Kembang Api Penuhi Pesisir Pantai di Badung, DLHK Badung Terjunkan 100 Petugas & 3 Loader
Diduga usai melakukan pesta kembang api, pengunjung membuang begitu saja selongsong kembang api yang tidak terpakai lagi.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Setelah malam perayaan pergantian tahun berakhir, pesisir pantai dari Seminyak, Legian dan Kuta (Samigita) dipenuhi sampah selongsong kembang api pada Rabu (1/1). Sampah selongsong kembang api itu pun tampak berserakan dan ada yang masih ditancapkan di pasir.
Diduga usai melakukan pesta kembang api, pengunjung membuang begitu saja selongsong kembang api yang tidak terpakai lagi.
Alhasil semua itu harus dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung bersama petugas kebersihan setempat.
Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) DLHK Badung, Made Gede Dwipayana mengungkapkan, langkah pembersihan area Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) sudah dilakukan sejak pagi hari.
Bukan hanya untuk menyikapi sampah kiriman, melainkan juga sampah kunjungan. Termasuk di antaranya sampah bekas perayaan pergantian tahun.
Baca juga: 30 WNA “Meresahkan” Dideportasi Sepanjang 2024, Sebagian Besar karena Ganggu Ketertiban Umum
Baca juga: TARGET Kunjungan Wisman ke Bali Tahun 2025 6,5 Juta Orang, Hari Ini Sambut 264 Penumpang
"Setiap setelah pergantian tahun memang biasa seperti itu. Banyak sampah kembang api yang kami temukan berserakan di pantai, namun tetap kita bersihkan," ujarnya.
Semua itu menurutnya tidak menjadi masalah, mengingat pihaknya di DLHK Badung bersama petugas kebersihan setempat dan para pedagang sudah melakukan persiapan untuk pembersihan.
Bahkan pihaknya mengaku jika sampah kembang api dimaksud, bercampur dengan sampah kiriman.
"Dalam pembersihan, khusus dari DLHK Badung sendiri, diterjunkan lebih dari 100 orang petugas. Melancarkan penanganan, mereka dilengkapi dengan tiga unit loader," ucapnya.
Diakui jika, sampah-sampah yang terkumpul itu dibawa ke stopover (persinggahan). Setelah itu, baru dicicil untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Pusat Daur Ulang (PDU) Mengwi.
Terkait masih maraknya sampah bekas perayaan pergantian tahun, Dwipayana menyebut bahwa mengubah kebiasaan memang tidaklah mudah.
Meski demikian, dia berharap agar masyarakat pengunjung pantai dapat lebih bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Satu langkah sederhana yakni membuang sampah pada tempat-tempat sampah yang tersedia.
"Kalau bisa, buanglah di tempat sampah. Jangan sembarangan, sehingga berserakan di pantai. Tapi kayaknya sudah," imbuhnya. (gus)
| Bupati Tamba Harap Jembrana Maju dan Sejahtera, Perayaan Tahun Baru 2025 Berlangsung Meriah |
|
|---|
| TANGIS Histeris Warga Desa Sebudi, Kaki Ternaknya Patah Usai Suara Ledakan Kembang Api Tahun Baru! |
|
|---|
| Pesta Kembang Api GWK Meriah, PJ Gubernur Bali Pantau Perayaan Tahun Baru, Evaluasi Macet Canggu |
|
|---|
| DLHK Denpasar Kerahkan 850 Personel, Tahun Baru Volume Sampah di Denpasar Naik 20 Ton |
|
|---|
| Guyuran Hujan Tidak Surutkan Antusias Pengunjung GWK Bali Countdown 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/1rt12t23y3.jpg)