Bali United

Teco Murka, Kejar Wasit dan Protes Kartu Kuning, Usai Laga Bali United vs Persib Bandung 1-1

Hal tak biasa dilakukan Teco saat press conference, yang biasanya enggan berkomentar soal wasit, pelatih asal Brasil ini berkomentar panjang lebar.

ISTIMEWA/BALI UNITED
SOSOK PELATIH – Stefano Cugurra “Teco” pelatih Kepala Bali United. 

TRIBUN-BALI.COM  - Terdapat pemandangan yang tidak biasa usai pertandingan antara Bali United kontra Persib Bandung dalam partai tunda pekan ke-12 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (7/1) malam. 

Pemandangan tak biasa itu adalah Pelatih Bali United Stefano Cugurra “Teco” yang langsung melakukan protes ke tengah lapangan menghampiri wasit M Erfan Efendi bahkan mengejar sampai ke tunnel (terowongan) Stadion Dipta, protes juga dilancarkan Teco sejak jeda pertandingan. 

Usai pertandingan saat disinggung ihwal protesnya itu, Coach Teco mengaku begitu kecewa dengan keputusan wasit yang dianggapnya tidak adil baginya di pertandingan ini. 

Baca juga: Update Klasemen Liga 1: Persib Bandung Tak Terkalahkan Sepanjang Paruh Pertama, Bali United Kecewa

Baca juga: HOT Bursa Transfer Liga 1: Persebaya Lengkapi Kuota Pemain Asing, Siap Ngamuk di Putaran Kedua

Persib Bandung sukses mempertahankan tren tak terkalahkan usai menahan imbang Bali United 1-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa 7 Januari 2025 malam.
Persib Bandung sukses mempertahankan tren tak terkalahkan usai menahan imbang Bali United 1-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa 7 Januari 2025 malam. (twitter @persib)

Salah satunya dirinya yang mendapatkan kembali kartu kuning dari wasit karena dari hematnya saat itu yang bermasalah ada di bench Persib Bandung, namun dirinya ikut terkena hukuman kartu kuning bersamaan dengan Bojan Hodak pelatih Persib Bandung di mana pertandingan baru berlangsung 8 menit. 

Pertandingan yang berjalan dengan tensi tinggi sejak awal laga tersebut membuat terjadinya hujan kartu, Bali United mendapatkan 8 kartu kuning ditambah 1 kartu merah tidak langsung yang diterima Yabes Roni. Kemudian Persib Bandung menerima 4 buah kartu kuning, termasuk 1 kartu kuning yang didapat pelatih Bojan Hodak. 

Hal tak biasa dilakukan Teco saat press conference, yang biasanya enggan berkomentar soal wasit, pelatih asal Brasil ini berkomentar panjang lebar.

Ia juga mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan tambahan waktu 10 menit, padahal menurutnya tidak ada kejadian yang dianggap bisa membuat injury time selama itu, idealnya 4 menit.

"Biasa soal wasit saya tidak komentar, tapi ini benar-benar yang bikin saya emosi, dia kasih kartu kuning ke saya, saya tidak bikin apa-apa, masalah ada di bangku cadangan Persib, saya tanya kenapa kasih kartu ke saya, saya rugi, saya bisa akumulasi dia tidak jawab dia lari ke dalam," beber Teco usai laga. 

"Perpanjangan waktu di rumah 10 menit juga terlalu lama, seharusnya 4 menit," imbuhnya. 

Teco juga mempertanyakan seharusnya wasit mengecek VAR sesaat sebelum terjadinya gol Gustavo de Franca terjadi yang membuyarkan kemenangan Bali United.

Menurut Teco, sebelum gol tercipta, ada pelanggaran kepada M. Rahmat yang dilakukan oleh pemain Persib. Namun Wasit tidak membuat keputusan untuk mengecek VAR.

Teco menambahkan, seandainya saja pertandingan menghadapi Persib tidak ditunda, mungkin hasil pertandingan akan berbeda. 

"Seharusnya kami bermain melawan Persib sebelum libur. Pasti pertandingan akan lebih baik karena ada faktor kelemahan Dari mereka. Jelas kami kecewa dengan hasil ini," bebernya. (ian)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved