Bali United
Bali United Libas Semen Padang Skor 1-5, Teco Ungkap Peran Kadek Agung dan Rahmat Bawa Perubahan
Teco Ungkap Peran Kadek Agung dan Rahmat Bawa Perubahan saat Bali United Libas Semen Padang Skor 1-5
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, PADANG - Kartu merah yang diperoleh Firman Juliansyah pada menit ke 32 disusul cederanya marco Baixinho dan harus dittarik pada menit ke 44 tampaknya benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Semen Padang saat menjamu Bali United.
Setelah berhasil unggul 1-0 melalui tendangan roket pemain asinng anyarnya Alhassan Wakaso pada menit ke 25, Semen Padang harus mengakui dominasi Bali United melalui 5 gol balasan di babak kedua.
Semen Padang kembali tunduk atas Bali United di Stadion Haji Agus Salim Kota Padang dengan skor telak 1-5, dalam pekan ke 19 BRI Liga 1 2024/2025, pada Senin 20 Januari 2025 sekaligus menambah rekor tak terkalahkan Bali United atas Semen Padang di Liga 1.
Lima buah gol Bali United dicetak olah Privat Mbarga melalui bracenya pada menit ke 46 dan 52, kemudian Supersub Muhammad "The Flash" Rahmat yang juga mengemas dua gol pada menit 57 dan 90.
Serta satu gol dari titik putih melalui eksekusi dingin pemain asing debutan Bali United, Boris Kopitovic pada menit ke 52, tendangan kerasnya tak mampu dihalau penjaga gawang Arthur Augusto.
Pelatih Kepala Bali United, Stefano Cugurra benar-benar memanfaatkan situasi Semen padang yang hanya bermain dengan 10 orang.
Baca juga: Semen Padang vs Bali United : Boris Siap Jalani Debut Manis, Serdadu Tridatu Target Curi 3 Poin
Strategi yang diracik di ruang ganti dengan memasukkan Kadek Agung dan M. Rahmat menggantikan Rahmat Arjuna dan Sidik Saimima benar-benar efektif.
"Babak pertama kami kebobolan tapi kami masih punya fokus di dalam pertandingan, tetap kerja keras, di babak kedua kami ganti langsung dua pemain Kadek dan Rahmat masuk bisa bikin tim lebih bagus, tim bisa cetak gol cepat di babak kedua," ungkap Teco usai laga.
Setelah gol penyama kedudukan melalui Privat Mbarga, Bali United tampipl lebih percaya diri dan dominan dalam pertandingan terus menggempur Semen Padang yang bermain cenderung bertahan.
"Setelah itu kami lebih dominan, Semen padang kurang satu pemain lebih bertahan, kami bisa kontrol dan cetak banyak gol dan main bagus di babak kedua, waktu mereka berkurang 1 pemain, kami lebih berani menyerang, pemain punya akurasi, passing dan finishing bagus," tuturnya.
Teco juga mengapresiasi penampilan 3 pemain anyar yang direkrut pada paruh musim ini, Boris Kopitovic, Jaimerson dan Agung Mannan yang benar-benar memberikan impact di dalam tim dengan kehadiran mereka.
"Tiga pemain baru, dua pemain inti Jaime sama Boris di dalam tim bikin tim lebih bagus, solid dan komplit. Agung juga bantu waktu masuk babak kedua juga main bagus," bebernya.
Sementara itu, Pemain Bali United, Boris Kopitovic mengakui puas dengan hasil pertandingan di masa debutnya di Bali United dengan menang telak dan berhasil menyumbang gol pertamanya.
"Babak pertama kami tidak terlalu bagus, lalu di babak keduakkami memulainya dengan sangat bagus, pelatih memberikan kami koreksi di ruang ganti, untuk tampipl lebih menyerang dengan counter attack, dan kami berhasil menang meraih 3 poin," ujar pemain nomor punggung 9 ini.
Di lain sisi, Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida mengakui pertandingan melawan Bali United sore hari ini benar-benar pertandingan yang berat.
Situasi benar-benar berubah setelah punggawanya mendapat kartu merah dan cedera.
"Ini pertandingan yang berat, hasilnya sangat berat, babak pertama kami sudah bikin pertandinngan bagus, tapi ada dua moment merubah segalanya, kartu merah dan cedera Marco, Marco pemain sangat penting dalam bertahan dan menyerang, membangun penyerangan dalam permainan," jelasnya.
Setelah kebobolan di babak kedua dan Bali United mulai unggul dengan gol demi gol yang dilesakkan, Serdadu Tridatu benar-benar akhirnya mengambil dominasi dan membuat tim tuan rumah kehilangan segalanya.
"Babak kedua kami coba bertahan untuk tidak terlalu drop, tetap dalam organisasi defensif line, tapi itu berat pada sata mulai siap kami kemasukan, hilang fokus dan organisasi hilang, kami total kehilangan segalanya," tuturnya.
"Pertanidngan menjadi mudah buat Bali dan buruk bagi kami, tapi di sini pemain sudah mencoba memberikan yang terbaik, sayangnya kartu merah," sambung Edu.
Pemain Semen Padang, Rosad Setiawan mengaku kecewa setelah targetnya untuk mendapatkan 3 poin di pertandingan kandang harus kandas di tangan Bali United.
"Kami coba target 3 poin, pertandingan lawan Bali memang berat, di babak pertama kami bisa unggul bisa mengantisipasi Bali dan kami tahu pertandingan 10 lawan 11, kami coba bertahan akhirnya Bali bisa memanfaatkan kartu merah kami, kami kecewa dengan hasil ini," ujarnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Selebrasi-pemain-Bali-United-setelah.jpg)