Galungan dan Kuningan
Tekan Inflasi, Pemkab Bangli Bali Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Hari Raya Kuningan
Operasi pasar murah ini sepenuhnya bersumber dari dana APBD Kabupaten Bangli tahun 2025.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) menggelar operasi pasar murah di halaman Balai Banjar Sulahan, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bali.
Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kenaikan inflasi dan memulihkan perekonomian masyarakat menjelang Hari Raya Kuningan.
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, Kamis 1 Mei 2025 menjelaskan, bahwa operasi pasar murah ini adalah yang ketiga di tahun 2025, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Bangli dan Tembuku.
"Partisipasi masyarakat sangat luar biasa," ungkapnya.
Baca juga: PASAR Murah Galungan Kembali Digelar di Denpasar, Upaya Kendalikan Inflasi Saat Hari Raya!
Operasi pasar murah ini sepenuhnya bersumber dari dana APBD Kabupaten Bangli tahun 2025.
Wardani berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih intensif di masa depan, tidak hanya pada momen hari raya, tetapi juga sebagai langkah untuk mengantisipasi penekanan inflasi di Kabupaten Bangli.
Dengan adanya operasi pasar murah, masyarakat dapat membeli berbagai macam bahan komoditi dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.
Dia menjelaskan, kegiatan pasar murah telah masuk ke dalam agenda Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Operasi pasar murah tersebut terbuka untuk masyarakat, di mana masyarakat bisa langsung membeli berbagai macam bahan komoditi yang disediakan.
Selain membantu masyarakat, operasi pasar murah juga menjadi langkah pemerintah daerah dalam memulihkan perekonomian serta mengendalikan inflasi daerah.
"Dengan adanya operasi pasar diharapkan bisa menjaga dan menekan kenaikan inflasi di Kabupaten Bangli," ujarnya.
Ketut Wardani menambahkan bahwa dalam pasar murah ini pihaknya menghadirkan pelaku-pelaku UMKM sebanyak 13 pelaku UMKM serta bekerja sama dengan aromaku, Indomaret dan kelompok tani yaitu dari Selati yang membawa produknya yaitu beras Selati.
Kata dia, kegiatan pasar murah ini akan dilaksanakan lebih intens lagi, yakni tidak hanya pada momen-momen hari raya.
Sebab kegiatan ini sebagai langkah mengantisipasi inflasi di Kabupaten Bangli.
"Jadi sangat penting untuk melakukan ini, guna menekan harga yang ada di pasaran serta ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga oleh masyarakat," tandasnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tekan-Inflasi-Pemkab-Bangli-Bali-Gelar-Operasi-Pasar-Murah-Jelang.jpg)