Liga 1

Yuran Fernandes Terancam Sanksi Komdis PSSI, PSM Makassar Pasrah Jelang Duel Vs Malut United

Hal itu bermula dari lontaran kritik Yuran Fernandes terhadap sepak bola Indonesia setelah laga PSS Sleman vs PSM Makassar pada Sabtu (3/5) lalu.  

Istimewa/Instagram PSM Makassar
SELEBRASI YURAN - Pemain PSM Makassar sekaligus kapten tim, Yuran Fernandes merayakan gol ke gawang Persebaya Surabaya pada kompetisi Liga 1 2024/2025, Rabu (23/10/2024). Yuran Fernandes terancam sanksi dari Komdis PSSI. 

TRIBUN-BALI.COM – Pemain bertahan milik PSM Makassar, Yuran Fernandes saat ini terancam dijatuhi sanksi skorsing di sisa pertandingan Liga 1 2024/2025.  

Penyebabnya, kapten milik PSM tersebut dilaporkan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI oleh pihak Liga Indonesia Baru (LIB). 

Hal itu bermula dari lontaran kritik Yuran Fernandes terhadap sepak bola Indonesia setelah laga PSS Sleman vs PSM Makassar pada Sabtu (3/5) lalu.  

Bek berpostur jangkung milik PSM itupun keberatan atas keputusan wasit yang menganulir golnya di menit ke-14. 

Pemain belakang pemegang paspor Tanjung Verde itu dinilai telah membuat pelanggaran lebih dulu saat menyundul bola dari sepakan pojok.  

Lantas melalui pertimbangan VAR, wasit Nendi Rohaendi menganulir gol Yuran Fernandes dalam pertandingan yang berakhir kekalahan PSM skor 1-3.

Baca juga: PREDIKSI Susunan Pemain Persija Jakarta vs Bali United, Serdadu Tridatu Ingin Libas Macan Kemayoran

Baca juga: SELAMA 9 Tahun Bali United Lolos Lisensi Klub Profesional Untuk Berlaga di Kompetisi Asia

Disitir dari laman Tribunnews, selepas laga, Yuran meluapkan protes dengan melabeli sepak bola Indonesia sebagai kompetisi yang kurang baik. Pemain berpaspor Tanjung Verde memberikan pesan mendalam kepada para calon pesepak bola asing yang berminat datang dan berkarier di kompetisi Tanah Air.

"Sepak bola di Indonesia candaan, makanya level dan korupsinya tetap sama," tulis Yuran Fernandes sebagaimana dikutip dari postingan Instagram @yur4nfernandes, dilansir Tribun Timur, Minggu (4/5).

"Jika ingin menghasilkan uang, anda bisa datang ke Indonesia. Akan tetapi, jika ingin bermain sepak bola serius menjauhlah dari Indonesia."

Postingan Yuran Fernandes pun mengundang kontroversi yang mendalam. Lantas pihak LIB memberikan sikap tegas dengan memberi surat teguran sekaligus melaporkan Yuran Fernandes ke Komdis PSSI.

Meskipun pemain 30 tahun telah melakukan permohonan maaf beserta klasifikasi, proses pengkajian potensi indisipliner tetap dilakukan.

PSM Makassar pun hanya bisa menunggu keputusan yang berpotensi memberikan skorsing kepada Yuran Fernandes.

Pengumuman hukuman paling cepat dapat diketahui dalam pertemuan koordinasi pertandingan (match coordination meeting/MCM) di laga terdekat PSM menghadapi Malut United, Jumat (9/5).
Duel keduanya akan dihelat di Stadion Gelora BJ Habibie, Sabtu (10/5) kick-off 15.30 WIB besok.

"Jika ada pemain yang dihukum, pasti disampaikan di MCM. Jika tidak ada, juga disebutkan," ujar Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim dilansir Tribun Timur, Kamis (9/5/2025).

Andai kehilangan sosok Yuran Fernandes tentu merupakan kerugian tersendiri untuk PSM. Yuran merupakan sosok bek tangguh di jantung pertahanan Juku Eja.

Pemain berpaspor Tanjung Verde telah mengantongi 24 caps dari 31 kesempatan musim ini. Yuran telah memperkuat PSM sejak Juni 2022 dan merupakan salah satu suksesor PSM meraih trofi juara Liga 1 musim 2022/23. (Tribunnews) 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved