Kalender Bali
Ramalan Baik Buruknya Hari pada 11 Juni 2025 sesuai Kalender Bali, Rabu Wage wuku Merakih
Inilah Ramalan Baik Buruknya Hari pada 11 Juni 2025 sesuai Kalender Bali, Rabu Wage wuku Merakih
Penulis: Putu Kartika Viktriani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM - Inilah Ramalan baik buruknya hari pada 11 Juni 2025 sesuai Kalender Bali: Rabu Wage Wuku Merakih.
Untuk melihat ramalan baik buruknya hari selengkapnya untuk tanggal 11 Juni 2025 menurut Kalender Bali, simak artikel ini sampai habis ya Tribunners!
Pada 11 Juni 2025 merupakan hari Rabu Wage Wuku Merakih dalam Kalender Bali.
Menurut kepercayaan masyarakat Hindu khususnya Hindu Bali, setiap hari memiliki ala ayuning dewasa.
Artinya, setiap hari ada hari baik atau buruk untuk melakukan sesuatu.
Penentuan hari baik dan buruk tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Salah satunya, berdasarkan pada kala yang ada di hari tersebut.
Setiap hari, kala dan faktor yang mempengaruhi baik buruknya hari berbeda-beda.
Sehingga, umat Hindu dianjurkan memeriksa ala ayuning dewasa setiap harinya sebelum melakukan suatu kegiatan.
Berikut adalah baik buruknya hari pada Rabu Wage Wuku Merakih, 11 Juni 2025, berdasarkan kalender Bali:
Gagak Anungsang Pati
Makna: Tidak baik untuk upacara pembakaran mayat atau atiwa-tiwa.
Baca juga: Hari Baik Membangun Rumah Selama Bulan Juni 2025 Sesuai Kalender Bali, Pertimbangkan Tanggal Berikut
Pengaruh: Hindari melakukan ngaben atau upacara kematian lainnya karena dianggap membawa pengaruh buruk.
Kajeng Uwudan
Makna: Tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman.
Pengaruh: Hari ini kurang menguntungkan bagi aktivitas pertanian, khususnya menanam atau memanen tanaman.
Kala Empas Munggah
Makna: Baik untuk membangun rumah, namun tidak baik untuk memetik buah.
Pengaruh: Cocok untuk memulai pembangunan rumah atau renovasi, tapi sebaiknya hindari memanen hasil kebun.
Kala Jangkut
Makna: Baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.
Pengaruh: Hari ini mendukung pekerjaan yang berkaitan dengan pembuatan alat tangkap ikan dan senjata tradisional.
Kala Luang
Makna: Baik untuk membuat terowongan dan menanam umbi-umbian.
Pengaruh: Hari yang baik untuk pekerjaan pertanian seperti menanam ketela atau proyek penggalian kecil seperti saluran air.
Kala Sor
Makna: Tidak baik untuk pekerjaan yang berhubungan dengan tanah, seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan.
Pengaruh: Hindari semua kegiatan yang melibatkan pengolahan tanah karena bisa membawa hambatan atau kerugian.
Kala Suwung
Makna: Tidak baik untuk dewasa ayu dan berkunjung.
Pengaruh: Hari ini kurang baik untuk memulai kegiatan penting atau melakukan kunjungan sosial/spiritual.
Pepedan
Makna: Baik untuk membuka lahan pertanian baru, tapi tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Pengaruh: Manfaatkan untuk ekspansi lahan, tetapi hindari aktivitas dengan bahan logam seperti pandai besi.
Sarik Agung
Makna: Tidak baik untuk segala pekerjaan.
Pengaruh: Sebaiknya hindari aktivitas besar atau penting karena energi hari ini dianggap tidak mendukung.
Sri Tumpuk
Makna: Baik untuk mencari burung (mepikat).
Pengaruh: Hari yang cocok untuk kegiatan berburu burung atau memikat burung dengan cara tradisional.
Hari ini baik untuk membangun rumah, membuat jaring atau senjata, membuka lahan pertanian baru, menanam umbi-umbian, dan berburu burung.
Namun, tidak baik untuk melakukan upacara ngaben, menanam atau memetik tanaman, bekerja dengan tanah, memulai aktivitas penting, membuat peralatan besi, dan melakukan kunjungan.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang ingin menentukan kegiatan berdasarkan kalender Bali!
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/1234-y.jpg)