Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Tim Sabre Putri Indonesia Raih Peringkat ke-12 Pada Asian Fencing Championships 2025

Tim Sabre Putri Indonesia diperkuat oleh Nia Ayu Agustina, Reni Anggraini, Alma Fauziah Ismail, dan Indah Nur Safarin. 

Istimewa/Panitia Asian Fencing Championships 2025
Tim Sabre Putri Indonesia berfoto bersama sebelum pertandingan. Tim Sabre Putri Indonesia Raih Peringkat ke-12 Pada Asian Fencing Championships 2025 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hari kelima pelaksanaan Asian Senior Fencing Championships 2025 menandai panggung prestasi tertinggi bagi para atlet Anggar Asia. 

Digelar di BICC, The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali ajang ini menyuguhkan pertandingan penuh determinasi dan strategi tinggi dari para atlet anggar Asia yang berhasil mencuri sorotan dunia.

Salah satu pencapaian datang dari Tim Sabre Putri Indonesia, yang berhasil berada di peringkat ke-12. 

Di babak utama, Indonesia harus mengakui keunggulan tim Singapura dengan skor 45:26. 

Baca juga: Sebelumnya Tidak Bisa Datang Karena Perang Memanas, Akhirnya Tim Anggar Kuwait Tiba di Bali

Tim kemudian melanjutkan laga penentuan peringkat melawan Filipina dan Chinese Taipei.

Tim Sabre Putri Indonesia diperkuat oleh Nia Ayu Agustina, Reni Anggraini, Alma Fauziah Ismail, dan Indah Nur Safarin. 

Meski menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Singapura, Filipina, dan Chinese Taipei, para atlet menunjukkan semangat juang yang tinggi.

“Kami sudah tampil maksimal dan siap secara tim untuk bertanding hari ini. Karena jam terbang kami masih kurang, belum bisa menandingi kekuatan lawan. Mental lawan sudah terbentuk dari seringnya mereka mengikuti berbagai kejuaraan,” ujar Alma Fauziah Ismail (27), atlet asal DKI Jakarta, Sabtu 21 Juni 2025.

Sementara itu, Tim Epee Putra Indonesia harus puas berada di peringkat ke-20, tanpa meraih kemenangan. 

Skuad yang terdiri dari Andi Akbar Wirasa Tuhu, Aditya Meinggar Prayoga, Muhammad Rifyal Ramadhan, dan Arval Raziel Ridwan Sundara berjuang keras di setiap pertandingan.

Salah satu atlet muda, Arval (18), asal Bogor, Jawa Barat, yang dikenal dengan kecepatan tangan dan kekuatan kaki, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah bermain cukup bagus sejak awal dan mencoba mengejar poin. 

“Tapi kami memang masih kurang dalam strategi tim. Vietnam, misalnya, sangat baik dari segi postur, kecepatan, dan teknik tangan,” ungkapnya.

Pelatih tim nasional anggar Indonesia, Agustinus Yeter Manuhutu, juga menekankan pentingnya jam terbang internasional untuk membangun kekuatan mental dan daya saing atlet.

“Kesiapan kami memang terbatas. Para atlet harus sering ikut kejuaraan internasional agar bisa meningkatkan pengalaman dan ketangguhan permainan. Dalam anggar, keputusan berlangsung dalam sepersekian detik dibutuhkan IQ yang tinggi untuk kecepatan berpikir dalam mengambil keputusan, strategi, dan sikap yang matang. Tadi sempat ada pergantian atlet saat Rifyal tertinggal, dan kami mencoba strategi berbeda,” jelasnya.

Meski belum meraih posisi puncak, Tim Sabre Putri Indonesia tampil penuh percaya diri dan memberikan perlawanan kompetitif melawan tim-tim unggulan Asia. 

Asian Fencing Championships 2025 menjadi momentum penting dalam membangun mental juara dan kesiapan menuju ajang-ajang internasional berikutnya.(*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved