Berita Denpasar
Cabai Rawit dan Biaya Sekolah Diprediksi Sumbang Inflasi di Denpasar Bali Pada Juli 2025
Secara bulanan atau month to month (mtm), Denpasar mengalami inflasi 0,48 persen.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Belakangan ini cuaca di Denpasar tidak menentu, kadang tiba-tiba hujan, kadang panas.
Kondisi ini memberi pengaruh terhadap suplai komoditas pertanian, khususnya sayur dan bumbu dapur yang riskan terhadap hujan.
Sehingga dikhawatirkan kondisi ini akan berpengaruh terhadap inflasi khususnya di Kota Denpasar.
Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana mengatakan, komoditas yang perlu diwaspadai menyumbang inflasi pada Juli ini adalah cabai rawit dan biaya pendidikan.
Baca juga: 8 Kabupaten di Bali Berpotensi Terdampak Angin Kencang Besok, Cek Info Cuaca BMKG 7-8 Juli 2025
Khususnya untuk cabai rawit dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah.
"Untuk Juli ini, jika cuaca seperti ini (hujan) terus, cabai rawit dan biaya pendidikan dikhawatirkan akan memberi andil terhadap inflasi. Demikian juga bawang merah yang harganya mulai naik dengan curah hujan ini," terangnya.
Sementara untuk Juni 2025 kemarin, lima komoditas yang mendominasi memberi andil terhadap inflasi bulanan yakni cabai rawit, sawi hijau, buncis, kacang panjang dan daging ayam ras.
Secara bulanan atau month to month (mtm), Denpasar mengalami inflasi 0,48 persen.
Dan inflasi tahunan pada Juni mencapai 3,30 persen. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wsbherjnhrtjrtkm6.jpg)