Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

MOM & KIDS

Beli Mahal-mahal Akhirnya Masuk Gudang

Harga sewa alat berkisar Rp 50 ribu per dua minggu, dan Rp 90 ribu per empat minggu

Penulis: Irma Yudistirani | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mainan sebuah benda sangat menarik yang tak bisa lepas dari genggaman atau pandangan anak-anak.

Berbagai mainan sengaja didesain dan disediakan untuk melatih sensor motorik pancaindera tubuh anak.

Orangtua cenderung memilih mainan yang aman dan tidak mudah rusak, meski mainan tersebut terbilang mahal.

"Produk mainan berkualitas dengan merek tertentu harganya bisa ratusan ribu hingga jutaan," ungkap pemilik usaha 'Brahm Toys Rental', Nyoman Kiavano, saat ditemui Tribun Bali di Jalan Tukad Unda, Nomor 21, Renon, Denpasar, Jumat (12/9) lalu.

Begitu besarnya biaya pengeluaran untuk mendapatkan mainan berkualitas, terkadang membuat orangtua pusing.

Apalagi, setelah mainan dibeli itu hanya bertahan beberapa bulan saja. Entah karena anak sudah bosan atau mereka makin bertambah usianya, sehingga harus mengganti mainan baru sesuai umurnya.

"Sayang uangnya karena mainan itu akan tersimpan juga di gudang, yang lama kelamaan bisa rusak. Disinilah orangtua perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum membeli mainan," terang Nyoman, sapaannya.

Dari berbagai pertimbangan tersebut, lanjut pria berusia 32 tahun ini, masyarakat memilih alternatif lain. Yaitu, menyewa mainan di rental permainan anak-anak.

Mengapa mereka lebih memilih sewa mainan daripada membelinya? Ternyata, dikatakan Nyoman menyewa mainan mampu menekan biaya pengeluaran orangtua.

"Penyedia jasa sewa mainan tidak akan mengambil risiko barangnya cepat rusak saat direntalkan. Kualitas dan keamanan adalah hal yang paling diutamakan sebelum penyedia jasa itu membeli dan menyewakan mainan. Kita sudah tahu, mainan seperti itu harganya tak murah," papar bapak satu anak ini.

Lain halnya, bila orang tua merental mainan yang sudah banyak tersedia di berbagai tempat. Biaya sewa mainan anak yang dikeluarkan pun tak besar.

Ambil contoh, portable swing atau ayunan berpenggerak elektrik yang memiliki ornamen mainan dan musik.

Harga sewa alat itu berkisar Rp 50 ribu per dua minggu, dan Rp 90 ribu per empat minggu.

"Kalau beli, satu unitnya bisa mencapai satu jutaan. Dengan nilai beli yang sama, kalau uangnya itu dipakai untuk sewa, malah bisa mendapatkan banyak wahana permainan," katanya.

Selain menekan biaya, sewa permainan anak bisa menghemat tempat. Penerapan batas waktu berakhirnya sewa, tak merepotkan orang tua dalam menyediakan ruangan khusus untuk menyimpan mainannya.

Sebab, begitu waktu sewa berakhir, penyedia jasa pasti akan mengambil kembali mainan tersebut.

Risiko bahaya yang ditimbulkan dari mainan anak seperti ini, biasanya bisa diminimalisir. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved