Corona di Bali

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal, Hari Ini Tambah 13 Kasus

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Ilustrasi virus corona covid-19.

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kian mengkhawatirkan.

Minggu (21/6/2020), tercatat tambahan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 13 orang.

Selain itu, pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 2 orang.

Pasien sembuh juga bertambah sebanyak 4 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan pasien yang meninggal yakni seorang laki-laki umur 50 tahun.

Ia berdomisili di Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar, dan merupakan tukang panggul barang di Banjar Titih.

Yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes dan ginjal.

Ia masuk rumah sakit tanggal 17 Juni 2020, meninggal 17 Juni 2020, dan dikuburkan di Klungkung yang merupakan daerah asalnya.

Sementara pasien meninggal kedua, yakni seorang perempuan umur 46 tahun dari Kelurahan Dangin Puri.

Ia seorang perempuan (46) masuk rumah sakit tanggal 8 Juni 2020 karena mengidap penyakit bawaan ginjal kronis.

Perempuan ini merupakan pegawai RSUD Wangaya Bagian Pemeliharaan Sarana dan Prasarana.

Meninggal kemarin malam pukul 20.00 Wita di RSUP Sanglah.

Dengan adanya dua orang meninggal ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan.

"Jadi harus disiplin yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan, mengingat bahaya dari Covid-19 bisa merenggut nyawa," katanya.

Sementara 13 orang yang positif Covid-19 rincinannya sebagai berikut.

Perempuan umur 52 tahun, domisili Desa Pemecutan Kaja, merupakan pedagang nasi di Pasar Malam Kumbasari.

Perempuan umur 48 tahun asal Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, dirawat di Wisma Bima

Perempuan umur 41 tahun dengan domisili Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Laki-laki umur 41 tahun dari Desa Kesiman Kertalangu.

Perempuan umur 11 tahun dari Desa Pemecutan Kaja.

Menurut keterangan Dewa Rai, pasien terpapar dari seorang perempuan yang berprofesi sebagai pedagang Ikan Pasar Kumbasari.

Laki-laki umur 64 tahun dari Desa Dauh Puri Kaja dirawat di RSBM.

Perempuan umur 62 tahun dari Desa Dauh Puri Kaja.

Perempuan umur 47 tahun dari Desa Dauh Puri Kaja.

4 pasien dari Kelurahan Panjer terpapar dari laki-laki umur 50 tahun yang berkerja membuka warung di depan rumahnya.

Keempatnya yakni istrinya perempuan umur 47 tahun, perempuan umur 20 tahun merupakan anak pertama, laki-laki umur 12 tahun anak kedua, dan perempuan umur 31 adalah keponakannya.

Sementara empat orang sembuh, yakni perempuan umur 40 tahun dari Desa Pemecutan Kelod, laki-laki umur 47 tahun dari Desa Pemogan, laki-laki umur 34 tahun dari Desa Dauh Puri Kelod, dan perempuan umur 44 tahun dari Desa Pemogan.

Peningkatan kasus akibat transmisi lokal belakangan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Hal ini memerlukan upaya disiplin dan sungguh-sugguh semuanya.

Melihat perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif Covid-19, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama desa/lurah juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru, untuk itu perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.

Secara kumulatif, Dewa Rai menjelaskan, kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 361 kasus positif.

Rincianya adalah 116 sembuh, 5 orang meninggal dunia, dan 240 orang masih dalam perawatan.

Hasil tracking tim gugus tugas di Kota Denpasar secara kumulatif terdapat status Orang Tanpa Gejala (OTG) 1.387 kasus, namun dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 444, sehingga tersisa 943 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 314 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 276, sehingga masih tersisa 38 ODP.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 111 kasus, namun 36 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani swab test, sehingga tersisa 75 yang berstatus PDP.

(*)